Sube Es Au Fufuk, Usaele Es Au Hanuk Tupat Okan, Fenat Okan (Belis Di Timor-NTT)

 

Kalimat sederhana yang tertulis diatas sekaligus sebagai thema ulasan ini merupakan Bahasa dawan (Timor-NTT). Kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, berarti “di kepala/ubun-ubun  akan jujung, dipundakku akan kupikul. Dalam tidur akan selalu ku ingat dan saat bangun akan terus bersamanya.

Kalimat ini biasanya terdengar atau terucap tatkala orang melansungkan acara adat penyerahan belis dan atau penerimaan belis dalam tradisi Timor.  Orang bijak bilang “ pribadi yang menjunjung tinggi tradisi / adat adalah orang yang bermartabat. Sedang orang yang tidak tahu adat adalah biadab(Maaf agak kasar).  


Tradisi Penyerahan Belis Timor
Sainoni 2019

 

Mnait noni, belis/pembelian belis dalam budaya atau tradisi Timor adalah penghormatan terhadap martabat kaum perempuan Timor dan keluarga besarnya.  Sedang orang atau keluarga yang memberi belis (Nait None) merupakan pribadi yang menjunjung tinggi martabat luhurnya sebagai pribadi yang tahu adat( Mo.en On Atone bukan mo.en on Mu.it/Hidup sebagai manusia bukan berprilaku seperti binatang).

Thema tulisan ini secara lengkap sebagai berikut :

 

Hai mbe, mini lo ona le I, maut faije fe an nanao, nen be fe an ma mu.i ten. Tua e fe na oe, oele fe an sasai. Au Sube es au fufuk, u saele es au hanuk. Lofa tupat okan, fena msa lof okan. Tupat lof um nanejef fenat lof um nanaubeh.

 

Kalimat dalam Bahasa dawan ini kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah “ Inilah kemampuan kami, malam masih berjalan, masih ada hari esok. Pohon tuak masih mengeluarkan tuak manis/air. Sumber akan terus mengalir. Diubun ubun / kepala akan kujunjung. Dipundak akan kupikul. Saat tidur maupun bangun akan terus kuingat.

 

 

Pernyataan ini merupakan pernyataan adat yang kalau dihayati maknanya sangat mendalam. Memberi belis kepada perempuan yang dinikahi tidak berarti keluarga laki-laki membeli perempuan itu. Memberi belis adalah pernyataan atau tindakan penghormatan terhadap martabat luhur kaum perempuan dan keluarganya. Belis adalah ikatan persaudaraan / jembatan yang menghubungkan keluarga kaum perempuan dan keluarga laki-laki.


Perpaduan Adat Nagekeo - Timor

Dalam tradisi Timor umumnya, belis berupa kerbau atau sapi, muti (inuh), uang perak bertuliskan ratu Belanda (Wilhelmina) dsbnya. Upacara Penyerahan belis persiapannya luamayan panjang dan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang untung dan tidak ada yang rugi. Sebab ketika keluarga laki-laki menyerahkan belis keluarga perempuan harus balas (tubes) dan keluarga perempuan harus menyuguhkan yang terbaik bagi semua yang datang membawa belis.


Dalam tradisi Timor-Dawan, belis mestinya tidak boleh lunas, sehingga ketika ada hajatan keluarga laki-laki diundang dan mereka juga mengambil bagian dalam hajatan itu. Atau alasan mestinya tidak boleh lunas belis agar antara keluarga laki-laki dan keluarga perempuan masih ada ikatan adat.

 

Tanus Korbaffo

 

 

 

Komentar