Obyek Wisata Alam Di Kabupaten TTU (Surga Yang Tersembunyi)
OBORKUPANG.COM.—Kefamenanu-- Kabupaten Timor Tengah Utara merupakan Salah Satu Kabupaten Di Provinsi NTT terdiri dari 24 Kecamatan serta 175 Desa Kelurahan, kabupaten yang berbatasan lansung dengan Oekusi (Timor Leste).memiliki beberapa obyek wisata alam yang tidak kalah indahnya dengan wisata-wisata alam di daerah lain.
Berikut
wisata-wisata alam yang ada Kabupaten TTU.
1. 1. Tanjung Bastian
Tanjung Bastian adalah sebuah pantai indah di Kabupaten TTU
Provinsi NTT, terletak dekat dengan perbatasan Indonesia dan Negara Timor
Leste,bayak potensi keindahan di sekitar daerahnya yang terletak di pantai
Utara Wini.
Pantai Tanjung Bastian Wini, bisa dicapai dengan mobil pribadi,
langsung dari Kefa atau dari Atambua. perjalanannya mudah, walau agak
berliku-liku karena melewati bukit bukit kecil. Kalau memilih perjalanan dari
Kefa ke Wini, Anda seperti berjalan dari lembah ke atas gunung baru turun ke
pantai.
2. Pantai
oesoko
Beranjak dari pantai Tanjung Bastian, kita beralih ke pantai
Oesoko. Pantai Oesoko juga terletak di Kecamatan Insana Utara, kabupaten Timor
Tengah Utara.
wisata ini letaknya tak jauh dari pantai Tanjung Bastian.
Berdasarkan sharing dari teman, dari pantai Tanjung Bastian menuju pantai
Oesoko hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit, dengan kendaraan roda dua. Warna
laut dan segala view yang dimiliki pantai Oesoko masih terbilang perawan. Belum
tersentuh serakan sampah di mana-mana.
3.
Pantai Wini
Jarak dari kota Kefa
menuju pantai Wini diperkirakan 65 km. Lumayan jauh teman-teman. Tapi jangan
khawatir, akses transportasi menuju tempat ini tidaklah sulit.
Bisa menggunakan jasa
rental mobil atau motor yang bisa disewa di Kefa. Pesisir di pantai ini
menyuguhkan hamparan jenis pasir diselingi hiasan batu-batu kecil.
Di pinggiran pantai
dihiasi dengan deretan pohon-pohon yang biasanya digunakan para pengunjung
untuk berlindung sebentar dari teriknya panas.
Dekat pantai Wini juga
terdapat pos perbatasan antara negara Indonesia – Timor Leste.
4.
Air Terjun Pahkoto
Air terjun Pahkoto terletak di dusun Oelmuke, Desa Tasinifu, Kecamatan
Mutis Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur. Menggunakan
kendaraan menuju arah Eban dengan akses jalan yang cukup baik. Dilanjutkan
dengan melewati jalan yang berlubang dan tidak begitu baik. Perjalanan memakan
waktu sekitar 60-90 menit dari Kota Kefamenanu. Karena tidak ada petunjuk,
sebaiknya jangan sungkan untuk bertanya bila beremu orang di jalan.
Tiba di sana, kendaraan
harus diparkir di pinggir jalan. Kemudian berjalan kaki melewati SD Kecil
Oelmuke menuju air terjun sekitar 60-70 menit berjalan kaki. Pahkoto berasal dari dua kata yakni "Pah" artinya "Wilayah" dan "Koto" artinya "Kacang". Jadi, Pahkoto artinya daerah atau wilayah yang ditumbuhi oleh berbagai
jenis kacang. Entah kacang yang ditanam untuk dikonsumsi atau kacang yang
tumbuh liar.
5.
Oeluan
Pepohonan tinggi dan
rindang, kesejukan, bau tanah basah, serta suara serangga hutan di atara
gemercik air membuat saya merasa seakan bukan sedang berada di Pulau Timor yang
alamnya berbatu dan kering karena sinar matahari yang terik.
Menurut masyarakat sekitar,
dahulu hidup seorang nenek bernama Luan. Di lahan tempat tinggal nenek ini
terdapat beberapa sumber mata air. Sumber air ini tidak pernah kering walau
pada saat kemarau panjang sekali pun. Masyarakat sekitar dapat memanfaatkan
sumber air yang ada di lahan Nenek Luan ini untuk kebutuhan hidup mereka
sehari-hari maka dari itulah daerah ini disebut Oeluan. Dalam bahasa bahasa
Timor "Oe" berarti air, jadi Oeluan bisa diartikan air dari nenek
Luan.
Tempat wisata Oeluan
ini berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor
Tengah Selatan, tepat di sisi jalan trans Kupang-Atambua. Oleh karena itu,
tempat wisata ini sangat mudah dicapai.
Selain terdapat
beberapa sumber mata air yang alirannya membentuk air terjun kecil, terdapat
juga kolam renang serta wahana mainan anak-anak. Sayangnya wahana mainan
anak-anak sudah tidak terawat, bahkan ada beberapa yang sudah tidak berfungsi.
Air kolam renang senagaja tidak dicampur kaporit karena air dari kolam renang
tersebut masih dimanfaatkan untuk mengairi area persawahan penduduk yang
luasnya sekitar 70 hektar.
6.
Benkoko
Benkoko
merupakan sebuah Embung yang berlokasi di Desa Oenbit Kabupaten Timor Tengah
Utara (TTU) yang dibangun sekitar Tahun 1995-1996 dengan Fungsi Utama
Pemanfataannya digunakan sebagai Penyediaan air untuk irigasi dan air baku bagi
masyarakat sekitar.
Embung
Benkoko yang berlokasi di Desa Oenbit - TTU dalam berjalannya waktu dan perubahan
zaman, kekhasan dari embung ini mulai menjauh dari fungsi utamanya yang
sebenarnya. Menurunnya debit air akibat dari perubahan cuaca, dengan musim
penghujan yang lebih kecil dibanding dengan musim kemarau yang berkepanjangan
berakibat pada kelestarian dan fungsi embung Benkoko sebagai penyedia air.
Perubahan lainnya juga berpengaruh terhadap keberadaan embung misalnya seperti
penurunan luas kawasan penyangga akibat perubahan fungsi lahan, penebangan
pohon secara ilegal dan kegiatan lainnya.
7.
Wisata
Rohani Gua Bitauni
Gua Maria Bitauni memang sedikit berbeda dari
sejumlah Gua Maria yang sering kita jumpai selama ini. Gua tersebut terbentuk
secara alami dari bongkahan batu besar yang membentuk bukit.
Di antara bongkahan batu tersebut terdapat
beberapa celah dan lubang yang memang terbentuk secara alami. Nah, dalam gua
batu inilah terdapat patung Yesus, Bunda Maria, Salib dan disertai dengan
tempat untuk meletakan lilin. Sebelum mencapai bagian dalam gua, para peziarah
harus menapaki sekitar 50 anak tangga.Pada bagian pelataran gua tersedia deretan bangku yang memang
disediakan khusus bagi para pengunjung untuk melepas penat sebentar sebelum
atau seusai berziarah. Di sekitar Gua Maria ini juga ditumbuhi pepohonan yang
rindang.
Gua Bitauni terletak
di jalan utama Trans Timor yang menghubungkan kota Kefamenanu dan Atambua.
Letak persisnya di desa Bitauni, kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara
(NTT).
Gua Maria Bitauni
memang terletak di area Keuskupan Atambua, namun secara umum wisata religi ini
sudah dikenal luas oleh umat Katolik di pulau Timor. Sehingga, umat yang berada
di luar Keuskupan Atambua seperti Keuskupan Agung Kupang, juga sering berziarah
ke gua tersebut.







Komentar