Perjalanan Cinta Keluarga Kecil Kami Agustus 2026

PERJALANAN CINTA KELUARGA KECIL KAMI AGUSTUS 2026

Bagi mereka sudah biasa naik pesawat terbang, bagi mereka yang sudah biasa menggunakan kereta api, bagi mereka yang sudah biasa bolak balik kota besar, sebut saja Jakarta mungkin hal yang biasa. Tetapi tidak bagi mereka yang baru pertama kali naik pesawat terbang atau bagi mereka yang pertama kali naik kereta api atau bagi mereka yang baru pertama kali ke kota besar pasti menjadi hal yang luar biasa.

Sama halnya dengan keluarga kecil kami, memang sejak menikah tahun 2009 silam, hampir setiap tahun ketika libur panjang kami selalu mengadakan perjalanan alias libur, namun biasa hanya seputar NTT dan pernah ke Timor Lesta.

Namun kali ini berbeda, kami harus mengadakan perjalanan jauh dank arena itu butuh persiapan matang. Memang sebelum hari indah itu tiba, terkadang dalam persiapan terdapat silang kata namun itu hal yang biasa.

Disini saya menuliskan kembali tulisan-tulisan kecil yang saya muat di medsos, tujuannya agar menjadi kenangan indah, karena kata orang, “ kesempatan hanya datang sekali dalam hidup, kalau tokh kesempatan itu datang lagi pasti ceriteranya berbeda.

Menunggu Saatnya Datang !



Hari Senin, 10 Agustus 2026 saat itu akhirnya tiba. Sudah lama kami menanti saat ini tiba, ia saat itu benar - benar datang.  Minggu 9 08 2026 kami mengadakan upacara adat sederhana agar perjalanan kami lancar. Pagi itu 10 08 mama Nino ke sekolah, jam 80.30 kami doa bersama keluarga dan siap berangkat. Maxim membawa kami dengan aman sampai di bandara. Proses sampai di ruang tunggu berjalan lancar kami mengikuti dengan taat SOP bandara.

Setelah melewati itu semua kami akhirnya tiba di ruang tunggu. Beberapa saat saya harus kembali menjemput air yang di bawa kk Novi. Di ruang tunggu sempat wa kakak Lila dan VC dengan kaka Gonto. 

Ruang Tunggu, bandar udara Penfui  10 08 2026. 09.21 menit


2 Jam 40 Menit Di Atas Awan

2 jam 40 menit di atas langit bukan hanya dalam angan melainkan kenyataan, bersama belahan jiwa Yanne WM dan buah hati kami Ritno Korbaffo. Awan nan putih di saksikan oleh kami di atas langit hijau.  Ternyata banyak kursi yang kosong, peristiwa ini membuktikan kalau tidak semua orang bisa berada di sini karena dompet kurang tebal.

Ia ! Banyak orang ingin disini dan berada disini namun apadaya,kebanyakan



orang akan memilih di atas air walau harus berhari hari karena ongkosnya bisa terjangkau. 

Ada banyak alasan orang bepergian, ada yang pulang untuk bertemu keluarga dan urusan lainya. Kini.perjalanan ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri semakin mudah, asalkan punya uang.

Kini kita hidup dalam dunia digital sepenuhya, Hampir semua kegiatan seperti pemesanan tiket kini di lakukan secara online melalui aplikasi, demikian halnya dengan kami, tiket pesawat dan kapal laut di lakukan secara online. 

Awan Menari & Tersenyium. Diatas ketinggian saya menyaksikan senyiuman gumpalan / gulungan awan putih. Awan tersenyium menyaksikan

Bogor, 10 Agustus 2026 Malam Hari


Senja Di Kota Bogor !



Senja mengajarkan tentang ketenangan dan saat merenung. Senja mengajarkan tentang harapan baru. Saya sadar akan  indahnya  senja yang hanya sebentar sebelum malam datang.

Megamendung  jalur wisata Puncak,  udara sejuk pegunungannya, berhiaskan vila vila peristirahatan yang menjadi tujuan populer warga kota Jakarta untuk berlibur, membuatkan kami sungguh krasan menikmati udara sejuk senja itu.

Saya bersama belahan jiwa Yanne WM dan buah cinta kami melepas senja di kota sejuk Bogor,setelah duduk hampir 3 jam di atas pesawat yang akhirnya puji Tuhan sang kapten mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandar udara Cengkareng. 

Ternyata kami sudah ditunggu oleh adik Dion dan belahan hatinya.  Kami makan siang di Centul. Setelah hampir 2 jam perjalanan dari Jakarta akhirnya kami tiba di Bogor. 

Saat memasuki kota sejuk itu suasana kesejukan menyelimuti kami. Sejuk. Indah itulah kesan pertama manakala sang driver hebat Adik Dionisius Corbaffo  yang sudah malangmelintang di Kota Megapolitan membawa mobil dengan aman  melewati belokan demi belokan memasuki Bogor. 

Senja datang setelah lelah berjalan seharian dari Kupang sampai ibu kota Negara RI, inilah waktu yang tepat untuk tenang sejenak, melihat apa yang sudah kita lakukan hari ini. 

Senja itu menarik kami menghantarpergikan matahari keperaduaanya di puncak Bogor dan dengan keyakinan teguh bahwasannya esok sang mentari akan perlahan keluar dari peraduannya memberi sinar harapan sejati.

Senja di puncak Bogor memberi pesan bahwa setiap akhir selalu punya awal yang baru. Senja mengajarkan bahwa " HIDUP INI INDAH KALAU KITA PANDAI MENIKMATINYA".

Malam itu kami  seisi rumah menikmati makan malam di teras samping rumah diiringi angin2 sepoi sepoi basa. Seusai makan sejenak karoke.

Terima kasih adik Dion bersama belahan jiwa yang sudah menjemput dan sungguh pelayaan luar biasa [menjadi Malaikat].Au toet Ama Usi Neno he mnaon faen em muia Malaikat ana a hibur

Bogor,/Megamendung 10 08 2026 18.43 Menit.


Dua Malam Di Puncak Bogor





Sang bijak bilang malam adalah saat istirahat, saat merenung, dan   saat   pemululihan. Malam memberi kita jeda dari kesibukan siang hari agar kita siap menyambut esok. 

Puncak Bogor daerah nan sejuk menjadi tujuan melepas penat, memperoleh ketenangan yang pada gilirannya membuat pikiran lebih jernih. Dua malam di puncak Bogor menghantar saya menelusuri Keagungan Sang Ilahi yang terkadang diabaikan. Indahnya puncak Bogor menunjukan betapa kuasanya Tuhan.

Di puncak Bogor saya sadar bahwa malam menunjukkan bahwa hidup ini berputar antara terang dan gelap. Malam mengingatkan kita bahwa setiap masalah pasti ada batasnya dan akan berganti terang. 

Akhirnya tidak ada kebersamaan yang abadi, justru lewat perpisahan lahir satu kerinduan dan cinta.

Selasa, 12 Agustus 2026 pukul 10.29 sang Driver hebat yang telah melalangbuana di beberapa daerah Dionisius Corbaffo di dampingi belahan jiwanya membawa kami kembali ke Jakarta. 

Hanya mau bilang, terima kasih untuk.semua di puncak Bogor yang tulus mencintai kami, tulus melayani kami.  Andreas Kolo , Primus InterParis Collo, Nur, terima kasih untuk pemberian bajunya, parfum. Terima kasih Bpk Martinus Siki untuk jamuan makan siangnya, Pace dan semua di Bogor permai

Jakarta, Rabu, 12 08 2026 Pukul  22.28 menit


Di Kota Tua Jakarta,Kami Larut Dalam Keceriaan Senja Menuju Malam.








Kota tua atau Batavia Lama (Oud Batavia), adalah kawasan bersejarah bagi Indonesia. Sejarah mencatat tempat ini tempoe doeloe  merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan VOC Belanda di Asia yang dijuluki "Permata Asia". 

Saat ini, Kota Tua menjadi destinasi wisata budaya, sejarah, dan rekreasi populer di ibu kota. Senja hingga malam itu kami larut dalam hingar bingar warga ibu kota saat ini.  

Taman Fatahillah: Alun-alun terbuka yang menjadi pusat keramaian dan tempat favorit untuk menyewa sepeda ontel warna-warni, serta mencicipi hidangan di kawasan itu mewarnai kebersamaan kami sekeluarga saat itu dan sayang untuk di lewatkan. 

Ia ! Hingar bingar Kota Tua Jakarta adalah perpaduan unik antara sisa bangunan masa lalu dan keramaian warga  ibu kota masa kini. 

Seperti kita ketahui tempat ini berada di Jakarta Barat dan menjadi pusat wisata serta hiburan yang ramai setiap hari, terutama saat libur akhir pekan.

Bajai menghantar kami menuju kota tua, lokasi pertama yang kami datangi adalah kuliner kota tua. Kami menikmati bersama pesanan itu di barisan 4 deretan bangku pengunjung.  

Seusai mengisi kampung tengah kami bersua foto dan macam macam di alun alun terbuka. Setelah puas, kami akhirnya memutuskan jalan kaki pulang  ke tempat penginapan karena jaraknya tidak begitu jauh.

Ooo...ia ! Ada patung patung hidup yang di peragakan mereka yang memiliki kreasi, tokoh pahwan Soedirman, ada Willelmina, ada gedung setan dan jalan menuju surga menjadi daya tarik tersendiri. 

Sejenak bersua foto dengan mereka, bayarannya tak seberapa, mereka tidak menuntut. Ada para foto grafer dengan canonnya, sekali gunakan Rp. 20. 000.

Jakarta, 13 Agustus 2026 Pukul 05.30 Menit WIB


Akhirnya Moment Itu Tiba !





Wisuda Nasional Pendidikan Vokasi Kementerian Pertanian Tahun Akademik 2025/2026 sukses digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Auditorium Kementerian Pertanian Gedung F, Jakarta. 

Yohanes Arginto Kolo satu dari  1.532 lulusan  yang di wisudai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. 1.532 lulusan ini merupakan lulusan  Polbangtan dan PEPI yang siap yang konon kabarnya siap menggerakkan swasembada pangan.

Jauh sebelumnya kami sekeluarga telah menyiapkan moment ini. Pastinya money dan persiapan lainnya.  Jauh hari belahan jiwa Yanne WM  telah menyiapkan secara teliti agar urusan ini berjalan lancar. 

Pagi itu sesuai SOP hanya 1 orang yang di perkenankan mendampingi wisudawan. Maka paginya dengan Gojek dari Mangga dua menuju Lokasi wisuda yakni kementrian pertanian. 

Macetnya kota Jakarta tidak menjadi penghalang berarti sang Gojek menghantar saya kesana.  Yang menyusul dengan sebuah Mobil kecil yang Drivernya si Kristo Lasi. Ya ! Sejak remaja Kristo Lasi sudah mengadu nasib di Ibu Kota. 

Seusai wisuda kami makan bersama di samping gedung V Kementria pertanian RI. Yang menarik bahwa seusai wisuda para wisudawan hari pulang ke kampus mading-masing.

Ooo ya.. acara wisuda tepat Pukul 07.30 WIB Lokasi: Auditorium Kementerian Pertanian, Gedung F, Jakarta Selatan 1.532 berasal dari Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) dan PEPI (Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia)

Dalam pengarahannya Bpk Menteri meminta pata wisudawan untuk berwirausaha. Dengan mengisahkan masa lalu yang susah apalagi dari keluarga sederhana, lalu menjadi PKL dan akhirnya sukses.

Satu pernyataan Bpk Menteri " REJEZI DI TANGAN  TUHAN TETAPI JIKA ANDA MALAS TUHAN JUGA ANGKAT TANGAN "

Mangga 2 Jakarta 13 Agustus 2026  Pukul 21.51 menit


Kereta Api Dharmawangsa Membawa Kami Meninggalkan Kota Megapolitan Menuju Kota Pahlawan. 






Paginya kami pesan kendaran menuju Stasiun. Setiba di stasiun kami pesan makan dan bergegas proses menuju kereta. Om portir menghantar kami sampai di atas kereta. Kereta api.  Hari ini KA jauh berbeda dengan 27 tahun silam saat saya naik kereta api. 

Keretanya bersih satu gerbong di isi 50 penumpang. Kami bertiga di gerbong ketiga kursi deretan ketiga. Syukur kami ambil kelas Exekutif. 12 jam kami di atas kereta, pemandangan alam yang sangat indah memancakan mata. 

Stasiun stasiun yang di singgahi, Pasar Senen.Jatinegara, Bekasi,Karawang,Pegaden Baru, Haurgeulis, Cirebon Prujakan,Babakan,Tanjung, Brebes, Tegal, Pekalongan, Weleri, Semarang Poncol, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Babat, Lamongan, Surabaya Pasarturi.  Akhir kereta yang membawa kami pukul 20.00 malam tiba di kota Pahlawan-Surabaya.

Sebelumnya saya sudah pesan penginapan, Holystey bilangan Ngindem menjadi pilihan kami. Taxi online menggantar kami dengan baik ke penginapan. Ternyata kami sudah di tunggu. Lantai 1 kamar 3 menjadi hunian kami di kota Pahlawan ini. 

Ngindem / Surabaya 15 Agustus 2026


Di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya Kami Sekeluarga Merayakan  HR.Sta Maria Diangkat ke Surga 2026.








Hari ini Minggu, 16 Agustus 2026 HR.Sta.P.Maria Diangkat Ke Surga. Kami sekeluarga  berbahagia memiliki kesempatan istimewa merayakannya di tempat bersejarah ini. 

Kami memilih misa II yakni pukul 08.00. Maxim membawa kami tiba 5 menit sebelum perayaan di mulai. Syukur kami masih bisa dapat tempat duduk. Ibu ibu WKRI mengarahkan umat begitu baik sehingga tidak ada kursi yang kosong. 

Dalam kotbah Romo pemimpin misa menekankan identitas orang Katolik.  Seperti di ketahui bahwa Gereja Katedral Surabaya, Jawa Timur. Berdiri sejak tahun 1921, Karena nilai sejarah dan keunikan arsitekturnya yang tinggi, bangunan bersejarah ini telah ditetapkan sebagai situs Cagar Budaya yang dilindungi. Misa berjalan hikmat. Seusai misa kami bersuafoto dan pesan Maxim balik penginapan.

Nginden,Surabaya.  16 08 2026. 11.32 menit Yanne WM Paulus Taneseb Oborkupang Obor Kupang Ginto Korbaffo Lifa Korbaffo

Meninggalkan Pulau Jawa



Hari itu Minggu, 16 Agustus 2026 pagi kami di beri kesempatan istimewa oleh Tuhan untuk mengikuti perayaan ekaristi HR.Bunda Maria Diangkat ke Surga di Gereja Katedral Surabaya. Seusai misa kami segera pulang dan memperpanjang pembayaran kamar. Karena memang sesuai SOP penginapan batas waktu cekout pukul 12.00 sedang kami baru akan berangkat pelabuhan sore menjelang malam karena jadwal kapal mengalami penundaan.

Pagi itu setelah pulang Gereja kami pesan makan dan menikmati di kamar tempat kami menginap. Seusai makan kami beristrahat siang dan siap berangkat pelabuhan. Setelah berdoa kami pamit, syukur sang pengawai penginapan megatur semuanya dengan baik.

Sang driver membawa kami dengan aman sampai pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya. Saat tiba di pelabuhan porter nomer 25 segera membantu kami menghantar ke ruang tunggu. Ada satu hal menarik dan diharapkan tidak terulang lagi.

Saya keluar pinginnya hanya ingin beli popmie dan cup, saya berjalan dan terus berjalan, mungkin 45 menit saya belum kembali kepanikan melanda sang pangeran dan mamanya, mereka berdua memutuskan di ruang informasi dan kolin namun saya tidak dengar.

Setelah beberapa waktu di ruang tunggu kami di arahkan menuju ruang pengecekan terakhir sebelum menuju ruangan tunggu terakhir menuju kapal. Sekitar pukul 23.00 KM.Tidar perlahan meninggalkan pelabuhan Tanjung Perak dengan tujuan Makasar-Sulawesi Selatan. Kurang lebih 34 jam pelayaran akhirnya kami tiba di Makasar.

Pelangi Mengelilingi KM Tidar.




Hari ini Selasa, jam 08 18 08 2026 setelah sarapan pagi saya ke dek luar kapal untuk sejenak berjemur sinar matahari pagi. KM.Tidar berjalan begitu tenang di perairan Sulawesi.  Air laut yang kuncurkan keatas oleh kapal ketika kena sinar matahari pagi membentuk pelangi pelangi kecil. Walau pelangi itu muncul sesaat namun sangat indah. Saya kagum menyaksikan keindahan itu meski sesaat. 

Entahkah penumpang lain menyaksikan  keindahan pelangi pelangi itu atau tidak. Ya ! Terkadang banyak keindahan lahir dan hadir untuk sesaat seperti pelangi pelangi di sekitar KM Tidar pagi itu. 

Makasar,KM Tidar 18 08 2026 11.03 Menit


Di Atas Kapal KM Tidar Kami Merayakan Hut 17 Agustus 2026 Secara Sederhana



 17 Agustus menjadi moment yang tidak terlupakan bagi sebagian besar orang Indonesia.Demikian dengan kami para penumpang KM Tidar dalam pelayaran Surabaya - Makasar. Kami naik dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama ribuan penumpang lainnya. 

Pagi itu diumumkan bagi penumpang yang ingin mengikuti tarik tambang dalam rangka 17 Agustus silahkan mendaftarkan diri. Kegiatan di pusatkan di dek 7 luar yang lumayan luas. Jam 9.30 perlombaan di mulai. Seru ! Kata yang tepat pada moment itu. Banyak penumpang yang ingin mengabadikan moment iti termasuk saya bersama belahan jiwa Yanne WM dan pangeran kami Nino Korbaffo. 

Pelabuhan Bau Bau / KM Tidar 19 08 2026 08.51 menit

 

Tiba Kembali Di Tanah Timor !

Syukurlah dalam pelayaran ini, kapal singgah dan sandar di tiga pelabuhan di Pulau Flores. Ia ! seperti kita ketahui 15 Agustus gempa bumi berkekuatan 7,7 SK mengoncang pulau Flores dan satu dari kabupaten yang berdampak adalah Maumere.

Ruang tunggu pelabuhan Maumere satu dari bangunan-bangunan yang hancur, meski hanya di lihat dari kapal sudah puas bagi kami, karena memang penunpang lanjutan dilarang turun. Di Maumere kapal sandar sejenak lalu berlayar menuju pelabuhan Larantuka dan Lewoleba.

Di Pelabuhan Lewoleba Liso Lifa sempat bertemu kami di atas kapal dan membawa oleh-oleh banyak, ikan kering, roti, Popmie dan sedikit uang. Akhirnya malam itu pukul 21,00 kapal Tidar sadar di pelabuhan Tenao Kupang dan segera pesan mobil menghantar kami ke rumah cinta kami Bello permai.

Setibanya di Kupang, Sabtunya 22 Agustus malamnya mengikuti misa syukur kesembuhan Nona Silvia Lake, menariknya saya jalan kaki PP kesana. Minggu 23 Agustus 2026 seusai misa II kami mengadakan pertemuan dalam rangka pesta pelindung Stasi

Bello, 24 Agustus 2026, Pukul 19.17 Menit

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeritan Minta Tolong Dari Oel Oetfo-Sainoni-TTU

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.