Jeritan Minta Tolong Dari Oel Oetfo-Sainoni-TTU

 

Jeritan Minta Tolong Dari Oel Oetfo-Sainoni-TTU




Senin 14 September 2026 lembaran terakhir dua bocah polos kelas 2 SDN2 Sainoni itu di tutup. Penutupan lembaran terakhir buku kehidupan dua bocah ini sangat tragis dan sangat menggemparkan masyarakat desa Sainoni.

Siapa sangka kolam buatan yang di gali beberapa tahun silam oleh masyarakat desa Sainoni- Kecamatan Bikomi Utara-TTU itu harus membunuh dua bocah tidak berdosa itu.

Oetfo adalah satu kampung kecil di kaki bukit Bunten, daerahnya sejuk, kampung kecil inilah tempat dimana saya dilahirkan dan menghabiskan masa kecil saya sebagai anak desa. Ketika menulis kisah tragis ini pikiran saya melayang kembali ke masa 50-an tahun silam di kampung nan asri ini dan tidak disangka di kampung kecil ini dua bocah tak berdosa harus merenggang nyawa di kubangan dan orang-orangku disana menyebutnya dam.

Kedua bocah itu adalah Theresia Lafu dan Margareta Selfiana Abi dua bocah polos yang kini duduk di bangku kelas dua SDN2 Sainoni, Kec.Bikomi Utara-TTU. Hari itu Senin, 14 September 2026 seusai sekolah bocah-bocah ini memilih jalan potong dan ini sudah biasa dilakukan karena alasan keamanan karena kalau lewat jalan raya banyak kendaraan lalulalang sehingga mereka memilih lewat Oetfo.

Jarak sekolah dengan rumah kedua bocah ini kurang lebih 1 KM, rumah tinggal mereka di Upmetan (sebuah kampung baru) saat masyarakat perlahan meninggalkan kampung lama (Kuan) dan menetap di pinggir jalan, maka tempat ini sering di sebut kuafe (kuan fe,u) kampung baru atau ada yang menyebutnya upmeta (mangga hitam) karena memang tempat ini banyak tumbuh mangga yang berusia puluhan tahun.

Oetfo dengan Oel Oetfonya memang bagi saya menyimpan sejuta ceritera masa kecilku yang penuh kenangan dan tidak pernah luntur dalam sanubariku, karena tempat inilah 53 tahun silam mama ku Berta Anunu Abi melahirkan saya. Oo ia Berta Anunu Abi adalah kakak sulung dari Yosep Seko kakek dari salah satu korban.

Oeloetfo ternyata hari ini 14 September 2026 merenggut nyawa dua bocah lugu Theresia Lafu dan Margareta Selfiana Abi. Di ceriterakan kedua bocah ini bersama dua teman lainnya sesuai keluar sekolah dalam perjalanan pulang tibalah mereka di Oeloetfo ini, namanya bocah ingin menangkap berudu atau ikan, Theresia tergelincir dan jatuh, Selfiana ingin membantu namun ia ikut tenggelam, kedua temannya berlari menuju perkampungan yang tidak jauh namun banyak rumah tutup kerena semua di kebun akhirnya kedua mati lemas.

Ketika peristiwa heboh ini sampai di telingan masyarakat Sainoni semua berlarian ke TKP kedua bocah ini diangkat dan dilarikan ke PUSKESMAS nginap Oelfaub namun nyawa kedua bocah ini tak tertolong.

Selamat jalan Theresia Lafu, Selamat Margareta Selfina Abi kami menyangi kamu berdua namun Tuhan lebih menyangi kamu. Jadilah pendoa yang setia bagi Bapak-Mama dan saudara/I mu, jadilah pendoa untuk teman-temanmu di SDN2 Sainoni.

Kupang,15 September 2026

Tanus Korbaffo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Perjalanan Cinta Keluarga Kecil Kami Agustus 2026