Masa Normal Baru ; 7 Orang Anak Dipermandikan di Stasi St.Agustinus Bello

Masa Normal Baru ;

7 Orang Anak Dipermandikan di Stasi St.Agustinus Bello

 

OborKupang. Sejak 1 Juli 2020, Keuskupan Agung membuka kembali gereja untuk umat (Misa ) dimulai kembali bagi umat, meski dengan protocol kesehatan yang ketat.  Hal yang sama juga untuk penerimaan sakramen-sakramen, seperti  perkawinan, permandian dan sakramen orang sakit.

Hari ini, 31 Juli 2020, 7 orang anak menerima sakramen permandian di Kapela St.Agustinus Bello Paroki St.Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang.

RD.Simon Tamelab, yang juga pastor paroki St.Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang, dalam kotbah singkatnya, mengatakan, seperti Tuhan Yesus yang dipermandikan di Sungai Yordan dengan tujuan solider dengan manusia. Anak-anak yang dipermandikan hari ini tentu saja memiliki tujuan yang berbeda dengan tujuan permandian Yesus.

RD.Simon Tamelab, melanjutkan bahwa dengan menerima sakramen permandian, yang juga merupakan satu dari sakramen-sakramen inisiani, berarti anak-anak ini resmi menjadi anggota Gereja. Dosa asal dihapus dan mereka memperoleh rahmat pengudusan.

Ada tiga tugas yang di beban kepada setiap orang menerima sakramen permandian, yaitu ; menjadi Imam, Nabi dan Raja.  Ia harus mampu menguduskan, mampu melayani/memimpin dan mampu menjadi pewarta sabda Allah.

Sehari sebelum permandian, orang tua dan para saksi telah dibekali oleh pihak stasi. Ibu Yasintha Desta dan Bpk.Tanus Korbaffo, bersama orang tua sehari sebelum  mengadakan sering pengalaman tentang suka duka membina anak di rumah. Orang tua dan saksi diberi kesempatan mensyaringkan pengalamannya dalam membina anak-anak dirumah.

Ada orang tua yang mengungkapan bahwa membina anak-anak saat itu memang berat, anak lebih tertarik dengan hp, TV dan menjadi google segala (menjawab) persoalannya.

Seusai permandian dilanjutkan dengan foto bersama dan snac bersama.

 

Penulis : Tanus Korbaffo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".