DUNIA KELAM
KETIKA SANG PENJAJA CINTA MENAWARKAN JASA
Oborkupang.Com. Hari baru pukul 13.45, udara kota karang
menggigit nadi. Jalanan sangat ramai dengan kendaraan bermotor, apalagi baru
selesainya jam dinas alias jam kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk
sekolah-sekolah di kota karang.
Perjalanan dari merdeka menuju tofa memakan waktu 10 menit,
udara kota karang yang sangat panas kala itu membuat siapa saja ingin melepas
dahaga. Kendaraan roda dua (revo) si kawan setia hak rakyat di
jalanan diparkir di naungan pohon asam di pinggirinan jalan tofa.
Si sisi kiri jalan tumpukan kelapa muda menggoda, namun hak rakyat
memilih es buah di sisi kanan jalan milik mbo asal Boyolali itu. Sepasang
manusia beda jenis sudah terlebih dahulu di warung es buah itu, rupanya mereka
bukan suami-istri teman kantoran, ini Nampak dari pakaian dinas yang mereka
kenakan.
Hak rakyat memesan semangkuk es buah, hak rakyatpun dengan
leluasa mencicipi es buah yang kelewat nikmat si raja pengusir dahaga di siang
itu. Tak ku sangka kehadiran hak rakyat di warung es buah milik mbo
asal Boyolali itu menarik perhatian seorang wanita paru baya yang
sebelumnya berada di bengkel kayu itu.
Semangkup es buah telah hak rakyat selesaikan, nyaris haus yang
tadinya sangat mengganggu kini telah lenyap. Sang wanita paru baya tadi
mendekat dengan logat Jawanya yang kental sengaja apa tidak sengaja berbincang-bincang
dengan si pemiliki warung tersebut. Sesuatu terjadi di luar dugaan hak rakyak,
si wanita paru baya tadi mendekati hak rakyat seraya berucap “ bisa di
antarin”? . Antara percaya dan tidak hak rakyat menjawab, “ memannya mbak mau
ke mana she”? itu! Jawabnya singkat sambil menunjuk sebuah bangunan yang
menghadap persawahan dan agak jauh dari jalan raya. Binirnya yang dipoles
listik warna ping, wangian parfum yang dipakai sang wanita tadi seakan
menggoda, apalagi alis matanya yang kelewat gundul dan gantikan dengan aspal
(asli tapi palsu), belum lagi kaos tak berleher (omblong), jens ketat yang di
kenakan sang wanita tadi tentu saja menggoda mata sang laki-laki normal siapa
saja.
Tak terasa sang pendamping setia hak rakyat di jalanan(kendaraan
roda dua) telah sampai di bangunan satu air, dua orang wanita berlarian keluar
ketika kendaraan hak rakyat di parkir. Dengan kaka, serunya singkat kepada dua
temannya.
Di luar dugugaan sang wanita tadi menawarkan jasa, skalian masuk
ya mas!, kalau untuk mas pasti servicenya mantap. Aduh mbak, sangat panas seru
hak rakyat, lho ngak apa-apa, kan ada esnya. Harganya? Rp.200.000.Jawabnya
singkat. Lain kali aja ya mbak, jawab hak rakyat….ya ok kalau ada
sempat datang ya mas… (tk)

Komentar