Kurikulum Darurat
Kurikulum
Darurat Diluncurkan !
Obor Kupang - Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) akhirnya meluncurkan kurikulum penyesuaian di masa pandemi virus
korona (covid-19). Kurikulum ini diluncurkan agar sekolah bisa melakukan
beberapa penyesuaian dalam memberikan pembelajaran kepada siswa.
"Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus
memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai
dengan kebutuhan pembelajaran siswa," kata Mendikbud Nadiem Makarim,
Jumat, 7 Agustus 2020.
Nadiem berharap sekolah punya kepercayaan diri untuk tidak
menuntaskan kompetensi dasar yang ada di kurikulum 2013. Nadiem menyebut,
penyesuaian ini merupakan opsional agar guru maupun siswa tidak kesulitan
menuntaskan pembelajaran.
"Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan
pembelajaran dapat tetap mengacu pada Kurikulum Nasional atau menggunakan
kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara
mandiri," jelas Nadiem.
Dia menambahkan, penyesuaian kurikulum ini dapat berlaku pada
semua jenjang pendidikan. Pada kurikulum ini guru dan siswa diharapkan dapat
berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan
pembelajaran di tingkat selanjutnya.
Untuk memperlancar penyesuaian kurikulum, pihaknya juga menyediakan
modul-modul pembelajaran. Tahap awal, modul yang disediakan adalah untuk
jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).
"Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa
tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan
kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun
ajaran," papar Nadiem.
Modul belajar PAUD ini dijalankan dengan prinsip 'Bermain adalah
Belajar'. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan
kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan SD, modul belajar
mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh
pendamping baik orang tua maupun wali. Modul tersebut diharapkan akan
mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah.
"Serta membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan
strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah," ucap Nadiem.(TK)

Komentar