MENGENAL KELOMPOK TENUN IKAT FETO FITUN FRONTERA DI DESA BOBOMETO – USAPICOLEN - OECUSSE - TIMOR LESTE

 

MENGENAL KELOMPOK TENUN IKAT FETO FITUN FRONTERA

DI DESA BOBOMETO – USAPICOLEN - OECUSSE - TIMOR LESTE

 

Saat penyerahan sertifat dan trovi juara


Obor Kupang – Oecusse-Timor Leste. 21 tahun telah berlalu, setelah Propinsi ke-27 RI memutuskan melepaskan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia. Usia 21 tahun bukanlah usia muda dan juga bukan usia tua untuk sebuah negara. Pembangunan fisik maupun sumber daya manusia (SDM) sedikit demi sedikit mulai dibangun, meski disana sini masih terdapat berbagai kekurangan.

Oecusse-Oekusi yang kala itu bernama kabupaten Ambeno merupakan wilayah distrik enclave Oekusi-Timor Leste juga mulai menunjukan kemajuan, entah pembanguan fisik atau SDM.

Kelompok tenun ikat Feto Fitun Frontera yang berada di desa Bobometo- Usapicolen-Oekusi yang di didirikan sejak tahun 2004 silam, perlahan namun pasti mewujudkan visi misi kelompok ibu-ibu ini. Ibu Joana Bobo yang di hubungi Obor Kupang Jumat, 7 Agustus 2020 mengisahkan, bahwa kelompok ini berdiri sejak tahun 2004 dan kini beranggotakan 21 orang. Ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok feto fitin Frontera ini merasa senasip,  sehingga selalu membagi dari kekurangan mereka untuk sesama anggota yang kekurangan.


Penyerahan piagam penghargaan dan trovi juara
oleh : Presidente Aotoridade Oecusse
Arsenio Paisaon Bano

Lebih lanjut Joana Bobo menuturkan, kelompok feto fitin frontera spiritnya adalah sama sama kerja dan kerja sama. Joana Bobo dalam nada kesal kepada Obor Kupang menuturkan, pemerintah kurang memperhatikan mereka, Joana Bobo dalam Bahasa dawan (Timor) mengungkapkan kekesalannya Nbe mtoetsin ni AU mepo sin nahinan  artinya : tanya mereka selama ini saya bekerja mekera (pemerintah) tahu atau tidak?.

Meskipun kurang mendapat perhatian namum dalam kesederhaan mereka terus bekerja sehingga hasilnya kini dinikmati bersama.

Belum lama ini, kelompok ini mengikuti lomba dan syukur kepada Tuhan  keluar sebagai pemenang. Joana Bobo berharap adanya perhatian serius dari pemerintah maupun LSM sehingga lebih maju lagi.

Penulis : Tanus Korbaffo

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".