MENGENAL SUKU ABI (TASEON M.NASI ) DI SAINONI TIMOR – NTT


MENGENAL  SUKU ABI (TASEON M.NASI ) DI SAINONI TIMOR – NTT




Obor Kupang. Com. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya, dan kalau mau sukses jangan mengabaikan budaya atau  tradisi suci yang telah diwariskan oleh para leluhur. 
Suku Abi (Taseon M.Nasi ) di Sainoni TTU, adalah satu suku yang sampai saat ini tetap mempertahankan tradisi atau budaya yang diturunkan oleh para leluhur.
Sainoni, adalah satu desa yang terletak 17 KM dari ibu kota Kabupaten TTU, desa yang yang kelimpahan air di musim penghujan dan kekurangan air di musim panas. 
Namun sulitnya mendapat air bersih di musim panas, tidak menghalangi orang – orang Sainoni membuat sesuatu yang bermakna bagi orang banyak.
Suku Abi (Taseon M.Nasi) yang rumah adatnya berdiri kokoh di sebuah kampung kecil {Oet.fo} di kaki bukit Bunteon adalah satu dari suku-suku lain di Desa Sainoni. 
Suku yang satu ini orang – orangnya ramah dan cepat familier dengan siapa saja.
Tahun 2020 meski masih dalam suasana kecemasan dunia akan bahaya virus mematikan (Covid-19), suku ini tetap melangsukan tradisi 8 tahunan, dimana rumah adat (Uem Le.u) harus direnovasi. Uem le.u ini atapnya terbalut dari ilalang (alang-alang), ada prosesi membawa ilalang untuk atap ke rumah adat.
Ilalang di simpan di tempat lain, dan para pembawa bersiap di sana.  Kepala atau yang dituakan dalam sukua akan menjemput dan orang banyak tetap menunggu kedatangan pembawa ilalang dengan tarian gong. Sesampai di rumah adat para pembawa ilalang akan di sambut dengan tarian gong di reciki dan di beri sirih pinang, tanda penghormatan.
Ada ritus tertentu dalam membuat atap. Di atas bubungan rumah adat di simpan kain Timor 2 helai, di gantung bersamaan dengan kelapa dan umbi umbian, kain dan umbi umbian ini disimpan oleh anak laki-laki dan akan diambil oleh anak perempuan.
Puncak dari acara adat ini adalah, meminta berkat dari leluhur acara ditandai dengan pemyembelihan hewan kurban berupa babi atau kerbau…
Kalau dilihat dari kacamata ekonomi, ini pemborosan tetapi kalau dari sisi budaya dan sosial, momentum ini, merupakan momentum silaturahmi antar anggota suku dan rumpun terkain di dalamnya. Semoga tradisi ini tidak terkikis seiring berjalannya waktu….

Penulis  : Tanus Korbaffo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".