Obor Kupang - TTS. Sadis ! Jhoni Toasu Menghabisi Nyawa Istrinya di Depan Ketiga Anak Kandungnya !

 

Sadis ! Jhoni Toasu Menghabisi Nyawa Istrinya di Depan Ketiga  Anak Kandungnya !


Pelaku diamankan oleh Polisi

Obor Kupang – TTS . Beberapa saat lalu, public NTT digegerkan dengan kasus ayah membunuh kedua anaknya yang masih balita di Adonara-Flores Timur-NTT. Kali ini kasus pembunuh yang dilakukan oleh orang dekat (suami), kembali terulang.

Adalah Jhoni Toasu, warga desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba, TTS-NTT, secara sadis menghabisi nyawa Asnat Tenis,yang tidak lain adalah istrinya sendiri dengan sebilah parang di depan mata ketiga anaknya sendiri. Iptu Hendricka Bahtera Kasat Reskrim Polres TTS, mengatakan bahwa peristiwa naas ini terjadi lantaran dimarahi oleh korban (Asnat Tenis) karena pelaku (Jhoni Toaso) tidak mau membersihkan kebun milik mereka. Peristiwa berdarah ini terjadi pada Rabu(12/8/2020).

Ketika korban bersama pelaku dan ketiga anak mereka tiba di sumur, korban menyuruh pelaku untuk membersiskan kebun milik mereka, namun pelaku tidak mengindahkan suruhan korban, karena terus didesak untuk membersiskan kebun mereka, akhirnya pelaku marah dan memotong korban menggunakan parang yang di bawanya dari rumah bertubi-tubi pada wajah, tubuh dan kedua kakinya hingga korban tak sadarkan diri.

Saat korban terjatuh di tanah dan tidak sadarkan diri, pelaku membuang parang ke semak belukar di sekitar sumur. Dikisahkan bahwa ketika melihat sang ayah membuang parang ketiga anaknya mengambil parang itu dan berlari k eke rumah untuk melaporkan peristiwa sadis itu kepada keluarga. Saat mendengar laporan dari ketiga anak itu, keluarga korban lansung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.


Jasad korban, dikelilingi kaum keluarga.


Ketika mendapat laporan itu, Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera, lansung memimpin anggota Buser guna menangkap pelaku. “ Pelaku sudah kita amankan dan lansung kita tahan, sejauh ini motifnya karena pelaku emosi terus dimarahi korban,”terangnya”.

Ada sumber yang mengungkapan bahwa, setelah menghabisi nyawa istrinya pelaku tidak melarikan diri hanya membuang parang ke belukar, pelaku duduk menjaga jenazah istrinya. Saat warga masyarakat mendatangi TKP pelaku tidak melarikan dan tidak melawan saat diamankan..

Penulis : Tanus Korbaffo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".