Dunia Kelam ! "OM Mau Ke KD Ko ? Murah Ko !"
OBORKUPANG.COM-Kupang
! Roda bisnis lendir di Karang Dempel (KD) Tenao Kupang-NTT sampai saat ini
masih terus berputar, meski Pemerintah
Kota (Pemkot) Kupang dan Kementrian Sosial RI resmi menutupnya. Selasa,(27/10/2020)
sekira pukul 18.00 oborkupang.Com menyambangi surganya para lelaki hidung belang itu.
Lokasi
pertama yang didatangi adalah bukit Meriam. Dilokasi itu tampak sepi. Pintu
gerbang utama tertutup rapat, tulisan ABRI/POLISI dilarang masuk masih terbaca
jelas ditembok. Disisi lain ada sekelompok kecil orang duduk berkeliling
rupanya mereka sedang bermain kartu. Saat menyadari kehadiramn oborkupang.Com
pintu ditutup.
Akhirnya
oborkupang.Com ke lokasi kedua dibagian barat. Tampak beberapa kamar dekat
jalan dirobohkan. Kehadiran oborkupang.Com di lokasi itu menarik perhatian
beberapa remaja yang sedang nongkrong ditempat itu. Dua orang remaja
menghampiri oborkupang.Com “ Om mau ke KD”? sapa seorang remaja. Mari kotong
antar!.
Kedua
remaja tadi menunjuk kearah jalan utama, “itu om” murah ko ! Setelah sepada
motor diparkir, kedua remaja tadi menunjuk ke sebuah pintu darurat. Itu Om !
Nanti masuk sa, kami tidak boleh masuk nanti penjaga pintu marah!
Oborkupang.Com mengeluarkan Rp.20.000 sebagai ongkos penunjuk jalan.
Seram !
itulah kesan pertama ketika pintu darurat itu dibuka, atau mungkin sudah gelap
sehingga seram. Oborkupang.Com berkeliling disetiap kamar, akhirnya memilih
kamar terakhir yang penghuninya berusia ditaksir tidak kurang dari 70-an tahun.
Oborkupang.Com di persilahkan masuk ke ruang sempit nan sumpet itu. Harga memang murah seperti yang disampaikan
kedua remaja penunjuk jalan tadi.
Sang nenek
tua renta yang adalah seorang pemuas nafsu lelaki hidung berkisah seputar
kehidupannya sebagai sebagai seorang PSK. Si tua renta itu yang mengaku asal
Jawa itu ketika ditanya sudah berapa lama di Kupang, jawabannya singkat udah
terlalu lama mas. Mba tahu kalua ini dilarang dan tempat ini sudah ditutup
secara resmi? Ia, tahu tapi mau bilang apalagi aku butuh bertahan hidup.
Apa semua
dapat uang kompensasi sesuai janji pemkot Kupang? Ooo ga semua dapat mas! Kalau
aku dapat, ga mungkin aku masih disini, pasti aku udah pulang. Yang udah dapat
ada yang masih di Kupang, tapi bukan disini, ada yang di Bali, Jawad an tempat
lain.
Sang tua
renta yang telah makan garam sebagai PSK di kota karang, mulai curagi,
memangnya mas ini siapa? Polisi apa wartawan? Tidak ! mba aku jalan-jalan.
Loh..! ko jalan-jalan? Selembar uang oborkupang.Com berikan pada si tua renta
itu. Kecurigaannya semakin kuat, mas ini siapa? Mungkin ia merasa berdosa
karena tanpa berkeringat ia mendapat selembar uang kertas. Masa mari aku
pijitin, dulu aku di Jawa diajirin mijit.
Ketika pamit
pulang si tua renta tadi menghantar oborkupang.Com sampai pintu gerbang seraya
berucap selamat jalan ya mas! Kapan-kapan ke sini lagi.



Komentar