SIN ESAN FATBE BIAN MA HAUBE BIAN
Sin esak fatbe in bian ma haube in bnapan bian. Kalimat ini merupakan Bahasa dawan (Timor)-NTT.
Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti “Mereke di sisi batu yang satu dan kita berada sisi yang
lain, mereka berada di sisi pohon yang lain dan kita disebelahnya”. Pernyataan
ini menunjukan konsep pemahaman orang Timor akan dunia orang mati. Bahwasannya orang
yang telah meninggal sebenarnya masih bersama dengan orang hidup hanya saja tempat mereka
berbeda. Mereka yang meninggal berpindah ke sisi pohon atau belahan batu yang lain. Sebut saja
saat masih hidup kita bersama-sama di dibagian utara pohon atau batu. Kalau
sudah meninggal mereka pindah ke bagian barat pohon atau batu.
Pemahaman
orang Timor diatas, akhirnya membuat orang Timor yang masih hidup akan selalu
mengenang mereka yang sudah meninggal. Saat–saat tertentu biasanya orang yang masih hidup membawa sesajian dan atau memberi makan
keluarga yang telah meninggal. Tradisi memberi makan minum bagi keluarga yang
telah meninggal, merupakan tradisi turun temurun yang tetap terjaga sampai saat
ini.
MEO NITU
Meo nitu
(membersihkan kuburan leluhur atau keluarga yang telah meninggal) tradisi suci
yang dipadukan dalam peringatan arwah semua orang beriman (2 November). Meo
Nitu momentum yang tepat memberi makan leluhur dan atau mereka yang telah
meninggal. Pada 2 November tiap tahun orang akan berkunjung ke pemakan keluarga
yang telah meninggal, disana mereka akan berdoa dan menyembelih beberapa
ekor ayam atau binatang lain seperti babi atau kambing dan ada yang menyembelih
sapi atau kerbau.
Momentum
meo nitu adalah momentum silaturahmi antara keluarga, karena mereka yang berada
diluar daerah atau kampung kalau tidak ada halangan mereka akan berkunjung ke
kampung halaman untuk maksud luhur ini. Meo Nitu juga merupakan momentum
bersilaturahmi dengan mereka yang telah meninggal. Dikuburan terjadi
sukacita karena ada makan minum. Biasanya setelah semua makanan telah
siap tidak boleh makan sebelum TATEK
(Tekes)
TEKES
Tekes
inilah yang disebut memberi makanan leluhur yang berada disisi lain pohon atau
batu. Tekes dipilih daging yang terbaik, biasa kalua ayam akan dipilih dada
ayam sedangkan sebut saja babi yang dipilih adalah sumsum, tulang rusuk dan
bagian dada dan atef / hati. Tentu saja sebelum dimasak hati hewan yang disembelih
harus diperiksa hatinya (Tae Lilo).
Tae Lilo
Tae Lilo atau tae takah adalah melihat tanda pada hati binatang yang telah disembelih. Tae lilo merupakan suatu acara apakah konban persembahan diterima oleh arwah atau tidak?. Biasanya kalau tanda tidak baik berarti ada sesuatu persoalan dan harus segera diperbaiki. Setelah ditemukan akar persoalannya harus ada penyembelihan lanjutan.
Kupang,
Menjelang 2 November 2020
Tanus
Korbaffo



Komentar