SIN ESAN FATBE BIAN MA HAUBE BIAN

 


Oleh : Tanus Korbaffo


Sin esak fatbe in bian ma haube in bnapan bian. Kalimat ini merupakan Bahasa dawan (Timor)-NTT. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti “Mereke di sisi  batu yang satu dan kita berada sisi yang lain, mereka berada di sisi pohon yang lain dan kita disebelahnya”. Pernyataan ini menunjukan konsep pemahaman orang Timor akan dunia orang mati. Bahwasannya orang yang telah meninggal sebenarnya masih bersama dengan orang hidup hanya saja tempat mereka berbeda. Mereka yang meninggal berpindah ke sisi pohon atau belahan batu yang lain. Sebut saja saat masih hidup kita bersama-sama di dibagian utara pohon atau batu. Kalau sudah meninggal mereka pindah ke bagian barat pohon atau batu.

Pemahaman orang Timor diatas, akhirnya membuat orang Timor yang masih hidup akan selalu mengenang mereka yang sudah meninggal. Saat–saat tertentu biasanya orang yang masih hidup  membawa sesajian dan atau memberi makan keluarga yang telah meninggal. Tradisi memberi makan minum bagi keluarga yang telah meninggal, merupakan tradisi turun temurun yang tetap terjaga sampai saat ini.

 

MEO NITU


Para Malaikat Kecil Penjaga Pondak Kami di Bello
Anak Maria Theresia Korbaffo, Anak Sebastianus Amteme dan anak Helena Korbaffo

Meo nitu (membersihkan kuburan leluhur atau keluarga yang telah meninggal) tradisi suci yang dipadukan dalam peringatan arwah semua orang beriman (2 November). Meo Nitu momentum yang tepat memberi makan leluhur dan atau mereka yang telah meninggal. Pada 2 November tiap tahun orang akan berkunjung ke pemakan keluarga yang telah meninggal, disana mereka akan berdoa dan menyembelih beberapa ekor ayam atau binatang lain seperti babi atau kambing dan ada yang menyembelih sapi atau kerbau.

Momentum meo nitu adalah momentum silaturahmi antara keluarga, karena mereka yang berada diluar daerah atau kampung kalau tidak ada halangan mereka akan berkunjung ke kampung halaman untuk maksud luhur ini. Meo Nitu juga merupakan momentum bersilaturahmi dengan mereka yang telah meninggal. Dikuburan terjadi sukacita karena ada makan minum. Biasanya setelah semua makanan telah siap tidak boleh makan sebelum TATEK  (Tekes)

TEKES


Nau Tekes di rumah Adat Korbaffo

Tekes inilah yang disebut memberi makanan leluhur yang berada disisi lain pohon atau batu. Tekes dipilih daging yang terbaik, biasa kalua ayam akan dipilih dada ayam sedangkan sebut saja babi yang dipilih adalah sumsum, tulang rusuk dan bagian dada dan atef / hati. Tentu saja sebelum dimasak hati hewan yang disembelih harus diperiksa hatinya (Tae Lilo).

Tae Lilo

Tae Lilo atau tae takah adalah melihat tanda pada hati binatang yang telah disembelih. Tae lilo merupakan suatu acara apakah konban persembahan diterima oleh arwah atau tidak?. Biasanya kalau tanda tidak baik berarti ada sesuatu persoalan dan harus segera diperbaiki. Setelah ditemukan akar persoalannya harus ada penyembelihan lanjutan.

Kupang, Menjelang 2 November 2020

Tanus Korbaffo

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".