Bupati TTU Copot Beberapa Pejabat Di Duga Tidak Netral
Raymundus Fernandes (Bupati TTU)
KEFAMENANU,OBORKUPANG.COM- Drama politik di Bumi Biinmaffo kembali dipertontonkan. Politik kata sang bijak tidak ada kawan abadi dan lawan abadi yang ada cuman kepentingan.
Hanya berselang beberapa hari setelah memutasi sejumlah Sekretaris Desa (Sekdes), Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes kembali melakukan perombakan struktur pemerintahan yang ia pimpin.
Dihubungi
Oborkupang.Com Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes
mengatakan, bahwa yang dicopot mereka punya kesalahan banyak ade. Mereka inbox
orang dan ajak supaya dukung paket tertentu dan inbox itu ada yang lapor ke
kita.
Untuk diketahui
pejabat – pejabat yang di copot atau di nonjobkan adalah Pelaksana tugas (Plt)
Kepala Inspektorat Daerah TTU, Yohanes Bastian, Camat Biboki Utara Edmundus
Aluman, Camat Mutis Kristo Aby, Lurah Kefa Utara, Wilco Aby, dan Lurah Sasi,
Paulus Peter Ego.
Camat Mutis Kristo Aby
yang dihubungi Oborkupang.Com melalui telepon seluler, Minggu(1/11/2020)
membenarkan dirinya telah dicopot dari
jabatannya sebagai camat Mutis.
Lebih lanjut Kristo menyatakan tidak tahu menahu alasan di balik pencopotan
dirinya sebagai camat, Ia tidak mengetahui jenis kesalahan ataupaun pelanggaran
disiplin ASN yang dilakukan lantaran selama ini tidak pernah melakukan
kesalahan.
Selanjutnya
Kristoforus Efi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)
yang di hubungi Oborkupang.Com mengatakan “Tata Kelola Pemerintahan kita yang
sangat buruk dan selalu berorientasi Politik. Manajemen Birokrasi kita di TTU
sekarang cenderung tidak berorientasi kinerja tapi bermotif Politik.
Lebih
lanjut Kristo mengatakan “Prinsip Reward and Punishmant sama sekali tidak
berlaku di TTU terkait dengan Mutasi,Promosi dan demosi. Patut di duga kuat
bahwa Mutasi yg dilakukan pada saat ini lebih berdimensi Politik karena ASN yg
di Mutasi karena alasan Politik yakni mereka tidak bekerja mendukung Calon
tertentu dalam Pilkada kali ini.
Manajemen
Birokrasi yang tidak perlu ditiru dan sudah saatnya ASN dan masyarakat TTU
bersatu melawan Kelaziman ini. ASN itu adalah Abdi Negara dan Abdi Masyarakat
yang di biayai oleh Negara untuk mengabdi dan tunduk pada Negara dan masyarakat
dan bukan menjadi Pekerja dan Jonos Politik Penguasa. ASN tidak boleh dijadikan
Alat dan Komoditi Politik untuk Kepentingan Politik Penguasa.
Penulis
: Tanus Korbaffo

Komentar