PROFIL JOE BIDEN, PRESIDEN TERTUA AMERIKA SERIKAT SAAT PELANTIKAN
OBORKUPANG.COM.--WASHINGTON DC—Pesta demokrasi 4 tahunan pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020 telah berakhir. Dipastikan Joe Biden tampil sebagai pemenang pesta demokrasi bergengsi ini.
Ada yang menarik bahwa Joe Biden mencatatkan
diri menjadi presiden Amerika Serikat tertua yakni berusia 78 tahun saat
pengambilan sumpahnya nanti.
Joe Biden memiliki nama lengkap Joseph
Robinette Biden Jr , lahir 20 November 1942 di Scranton, Pennsylvania. Joe
Biden menempuh pendidikan di Universitas Delaware dan Sekolah Hukum Universitas
Syracuse.
Pada tahun 1972, Biden menjadi senator termuda
kelima dalam sejarah AS. Biden pernah mengalami masa masa kelam, dimana Ia kehilangan
istriya Neilia dan putrinya yang baru berusia 1 tahun dalam kecelakaan mobil.
Kedua putranya, Hunter dan Beau juga terluka
parah. Hingga pada 1977 ia menikah dengan Jill Jacobs, seorang dosen di
Washington DC. Biden telah menjadi senator Delaware selama 36 Tahun. Ia
merupakan sosok yang penting baik di dalam negeri maupun internasional. Ia juga
menjabat sebagai ketua komisi hukum senat selama 17 tahun. Biden diakui
kehebatannya pada isu peradilan pidana termasuk kasus the Landmark 1994 Crime
Bill dan kekerasan terhadap perempuan. ia pernah mencalonkan diri sebagai
presiden pada 1988, tetapi mundur setelah ia mengaku menjiplak pidato pemimpin
Partai Buruh Inggris saat itu, Neil Kinnock. Biden diketahui telah mencoba
menjadi presiden selama 3 dekade yaitu pada 1987, 2008 dan akhirnya pada 2020.
Ia mencalonkan diri sebagai kandidat presiden partai demokrat pada 2008 sebelum
akhirnya keluar dan bergabung dengan Obama. Delapan tahun di Gedung Putih
berasama Obama, di mana ia sering muncul di sisi presiden, telah memungkinkan
Biden untuk mengklaim sebagian besar warisan Obama, termasuk pengesahan
Undang-Undang Perawatan Terjangkau, serta paket stimulus dan reformasi yang
diberlakukan dalam menanggapi krisis keuangan. Hubungannya dengan Obama, pria
yang sering dia sebut "saudara laki-lakinya", mungkin juga
berkontribusi mendorong dukungan abadi dari para pemilih Afrika-Amerika.
Sumber : Kompas TV

Komentar