SANG PEJINAK LEBAH DAN PEMBUDIDAYA PORANG DARI SAINONI
OBORKUPANG.COM—Kefamenanu—Adalah
Paulus Kolo seorang laki – laki paru baya dari Desa Sainoni, Kec.Bikomi
Utara-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Bapak dari empat orang anak ini
terkenal lihai dalam menjinakan lemah hutan. Laki laki yang cepat familier
dengan siapa saja dan pernah menjadi warga Pantai Sosial Bina Remaja Naibonat (PSBR)
Naibonat ini, selain menekuni profesinya sebagai seorang tukang kayu ia juga
terkenal di desanya sebagai manusia penjinak lemah madu hutan.
Om Paulus sapaan
akrapnya, pria humoris ini boleh dibilang sukses dalam menjinakan lemah hutan.
Di hubungi oborkupang.Com, suami dari Elisabeth Kaet ini menuturkan, bahwa
proses pejinakan lemah hutan, pertama-tama harus menyiapkan sarana atau rumah bagi
lebah. Setelah rumah lemah telah siap selanjutnya ke hutan berburu ratu sang
lemah. Setelah menemukan sarang lebah
langkahh pertama yang harus dilakukan adalah menangkap ratunya. Bapak yang kini
putri pertamanya duduk di bangku kuliah semester 5 di Universitas Nusa Cendana
(UNDANA) ini mengatakan ratu lebah berada ditempat yang dalam dari kerumunan
lebah. Maka untuk menangkapnya membutuhkan kelihaian tersendiri
Setelah ratu
ditangkap, harus hati-hati karena jangan sampai membuat ratu lebah cacat atau stress.
Langkah selanjutnya sang ratu lebah harus dikurung sehari semalam. Perlu
diketahui bahwa setelah ratu ditangkap pasukan lebah akan mengikuti sang ratu.
Ratu setelah dikurung di rumah / tempat yang telah disediakan pasukannya akan
menyusul. Upayakan saat mengikat sang ratu jangan terlalu kuat, sehingga
talinya sendiri akan terlepas.
Untuk diketahui bahwa
lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang
dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah
pekerja di koloni lebah madu. Sistem reproduksi
lebah memiliki perbedaan pada tiap-tiap starta.,yaitu strata Ratu lebah, lebah
Pejantan, dan lebah Pekerja. Alat reproduksi untuk
setiap strata terbentuk sejak fase pupa.
Alat reproduksi lebah
pekerja merupakan jenis kelamin betina yang pada dasarnya sama dengan jenis
kelamin ratu. Alat kelamin lebah pekerja tidak sesempurna alat kelamin ratu,
tetapi lebah pekerja dapat bertelur namun telur yang dihasilkan hanya telur
infertil yang menghasilkan lebah jantan.
Om Paulus sudah mahir
betul soal ini. Selain mengais rejeki lewat pembudidayaan lebah madu ini,
Paulus juga menekuni usaha budidaya porong..
(tk)

Komentar