WARGA TTS INI BERJUANG MEMPERTAHANKAN HIDUP DI TENGAH JALAN, TAK SEORANGPUN YANG MENGHIRAUKANNYA
OBORKUPANG.COM.—Soe—Siang
itu, Rabu(/25/11/2020) Waktu di HP menunjukan pukul 15.53 Wita. Udara sangat
panas, meskipun kota Soe terkenal sebagai kota dingin. Kendaran roda dua , roda
empat maupun roda enam terpantau ramai lancar.
Honda Reno
bernomor polisi 2393 membawaku tiba RT 013, Desa Biloto, Kecamatan Molo
Selatan, Kabupaten TTS. Perhatianku
tertuju pada sesosok manusia yang duduk di tengah jalan raya yang panas. Pakaiannya
compang camping, dari tampannya mungkin sudah setahun tidak mandi. Tak berkasut
dan tidak bertopi, ia membiarkan diri dibakar panasnya matahari dan asap
kendaraan yang lalu lalang di jalanan yang terkenal padat itu.
Aku hampir
saja menabraknya, namun dengan sigap kendaraan roda dua ku kendalikan. Iba,
kasian, itulah parasaan yang muncul saat itu. Aku memutar kendaraan roda duaku
dan parkir persis di depan si manusia yang tak berwujud lagi. Selembar uang
kertas ku keluarkan dari saku tas dan segera kuberikan padanya.
Kumenemui
seorang ibu yang saat itu sedang menenum, kebetulan rumah tinggalnya persis di
depan sang manusia buangan itu. Sang ibu ibu itu berkisah, bahwa ia terlahir
normal hanya saja saat masih bayi sekucur tubuhnya terbakar maka jadinya
seperti itu.
Senada
dengan ibu tadi, ketua RT 013, Desa Biloto, Kecamatan Molo Selatan, Kabuapten
TTS, sang ketua RT berucap, orang tuanya
masih ada. Bapaknya bernama Ananias Talan. Mereka marah dan kadang datang pukul
agar tidak duduk di tengah jalan karena mengganggu pengguna jalan, namun setelah
dipukul ia duduk lagi.
Lebih
lanjut ketua RT Didemus Alik berucap ada bantuan dari pemerintah yang dia terima.
Lebih teas ketua berkata, dia dan keluarganya sudah buah surat pernyataan,
kalua terjadi kecelakaan / ditakrak keluarga tidak boleh tuntut karena
pemerintah pada prinsipnya berulang kali melarang.
Oborkupang.Com
berada ditempat manusia yang terbuang itu berada kurang lebih 20 menit, mencoba mengamati siapa pengguna jalan yang
mau bermurah hati memberikan selembar rupiah untuk manusia buangan itu, namun
dua puluh menit berlalu tidak seorangpun yang menghentikan kendaraan untuk
memberi satu atau dua rupiah untuk manusia buangan ini.
Sampai
berita ini diturunkan dinas sosial Kabupaten TTS saat dihubungi lewat nomor WA,
jawabannya singkat “ Mlm, bagaimana”, selanjutnya tidak aktif lagi.
Oborkupang.Com mengirimkan video dan draff berita namun tidak direspon.
tk
Komentar