Apakah Masyarakat Amfoang Sudah Merdeka? (Berkali Kali-Kali Melewati Kali)
OBORKUPANG.COM.—Oelamasi-- Secara geografis,
Kabupaten Kupang memiliki luas daratan 7.178,26 kilometer persegi dan merupakan
wilayah terluas di NTT. Kabupaten Kupang meliputi 15,16 persen dari luas
seluruh wilayah daratan NTT.[5] Kabupaten
Kupang terletak di antara 9º19 – 10º57 Lintang Selatan dan 121º30 – 124º11
Bujur Timur. Jumlah penduduk kabupaten Kupang tahun 2019 403.580 jiwa.[2]
Kabupaten Kupang terdiri dari 24 Kecamatan, 17 Kelurahan, dan 160 Desa, pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 402.320 jiwa dengan luas wilayah
5.434,76 km² pernah dinobatkan menjadi kabupaten yang paling selatan di
Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelum terjadinya pemekaran Kabupaten Rote
Ndao pada tahun 2002
Untuk mencapai wilayah terjauh kabupaten ini, sebut saja Oepole,
harus melewati harus melewati 2 kabupaten dan ada yang harus melewati negara
Timor Leste. Perjalanan dari Kupang menuju Oepoli mencapai 8-9 Jam. Lamanya perjalanan diakibat akses jalan yang
sangat buruk dan harus berkali kali melewati kali. Perjalanan akan lebih lama
lagi apalagi terjadi hujan.
Kalau baru pertama kali ke Amfoang harus siap mental, kalau
jantungan lebih baik urungkan niat anda ke Amfoang. Untuk penerangan/listrik
sebagian besar wilayah di daerah itu sudah dialiri listrik meskipun hanya
menyala pada malam hari. Namun untuk akses jalan belum merdeka. Kali-kali yang
luas membuat para sopir harus waspada penuh.
Jangan coba-coba masuk kali pada musim hujan sebab taruhannya
adalah nyawa. J G, seorang warga Amfoang yang dihubungi
oborkupang.Com mengharapkan pemerintah agar membangun jembatan “mudah mudahan
pemerintah membangun jembatan” ungkapkannya.
JG mengisahkan, pada tahun 2017 silam sebuah bus hamper saja
terbawa banjir, untuk saja sopirnya sudah pengalaman sehingga bisa kendalikan
kendaraannya.
(tk)

Komentar