Bupati TTU Akan Menempuh Jalur Hukum Terkait Video Live Jude Lorenso Taolin, Minggu,6/12/2020
OBORKUPANG.COM.—Kefamenanu--Terkait
video live yang diunggah akun Jude D’Lorenso Taolin (JDT) Minggu,
6/12/2020 pukul 23.18 Wita, dini hari. Yang mengatakan Bupati TTU Raymundus
Fernandez,melakukan kekerasan fisik, bupati 2 periode itu mengatakan itu tidak
benar. Saya (Bupati TTU,red) tidak melihat Jude Taolin, kalaupun ada mungkin
dia merekam dari tempat gelap. Kalaupun saya melakukan tindakan kekerasan
kepada seseorang pasti dia sudah melapor ke polisi, demikian ungkap Bupati TTU.
Terkait dengan video itu, bupati TTU akan menempuh jalur hokum, demikian yang
dikutip dari https://suluhdesa.com.
Untuk diketahui bahwa, Senin(7/12/2020) public dumay, khususnya
TTU, dihebohkan dengan sebuah postingan melalui akun facebook milik
Jude D’Lorenso Taolin (JDT) tersiar video live sebuah kejadian yang diduga
dilakukan oleh Oknum Pejabat di Kabupaten TTU, Minggu, 6/12/2020 pukul
23.18 Wita, dini hari.
Dalam video tersebut Nampak wajah pemosting (Jude D’Lorenso
Taolin) tampaknya video itu di ambil dari dalam sebuah mobil bersama beberapa
orang pria, di video tersebut juga terdengar seorang pria berkata Pak Ray ko..
Pak Ray.. ko yang disebut terus berulang- ulang, lalu terdengar suara perempuan
rupanya sang pemosting video, yang menyebut “kenapa harus cegat orang begitu”
,”ini siapa yang dibelakang ni” “ayo kunci semua pintu”, “telpon polisi, telpon
polisi” kemudian terdengar seorang pria menelpon polisi” “ terdengar pria
tersebut menyebut nama polisi lalu pria yang menelpon memberitahu bahwa mereka
lagi dihadang boleh banyak orang di jalan desa Oeolo.
Kemudian juga terdengar suara seorang perempuan yang menayakan
nomor plat mobil di depan dan plat nomor mobil dibelakang. Lalu ada suara pria
yang berbicara “kita kesini kan ada tangkap pak Ray disini , jadi kami semua
ada datang dan kami dihadang” lalu juga terdengar suara pria selanjutnya (yang
sedang menelpon polisi) “tolong tolong ini darurat di Oeolo, di Oeolo lewat
SMP” lalu terdengar suara seorang perempuan yang menyebut “polisi tolong,
polisi tolong, polisi tolong kami di Oeolo lewat SMP” lalu kemudian terdengar
suara suara perempuan yang menyebut “dia kenapa dia, kenapa harus main pukul”
lalu terdengar suara seorang pria yang menyebutkan nama itu “Melki Fernandes”.
Lalu kemudian terdengar suara seorang perempuan yang menyebutkan
“ini pak Ray nih, ini pak Ray nih kenapa pak Bupati pukul orang, wah tidak bisa
saya mau turun, saya mau turun” ujarnya yang nampaknya berusaha ditahan oleh
orang orang didalam mobil “jangan,jangan jangan” lalu kembali terdengar
suara seorang orang perempuan“senter dia senter dia, pak Ray jangan begitu, pak
Ray jangan main kasar begitu, Pak polisi tolong ada pak bupati di TKP lagi Main
keroyok kita, Goris Bana, kaka Hen semua tolong ke TKP, kemudian terdengar
suara pria yang menyebut di Oeolo, di Oeolo.video ini berdurasi 7.23 menit
(setelah menit 4.45 keatas hanya menampilkan keadaan ketika mobil sedang mundur
untuk menghindari kerumunan)
Bupati TTU menegaskan, bahwa ia (Bupati-Red) akan menempuh jalur
hokum, karena informasi yang di sampaikan Jude D sangat profokatif dan
tendesius. Video itu menyebut namanya, adik saya Melki Fernandez, Pak Hen Bana,
Goris Bana dan nama-nama lain. Saya akan jadikan video itu sebagai bukti bahwa
Judith Taolin menyebarkan berita bohong dan tidak benar, ungkap Ray Fernandez
seperti yang dikutip dari https://suluhdesa.com.
Sampai berita ini diturunkan sang pengunggah video belum bisa dihubungi. (tk)

Komentar