Kematian Frater Sil Zhage Di Papua Mendapat Kecaman Dari Semua Pihak Dan Merusak Suasana Natal
OBORKUPANG.COM--Jayapura— Perayaan Natal 2020 mestinya membawa suka cita Kabar bagi umat
Kristiani di seluruh dunia. Namun sayangnya damai dan suka cita natal, berubah
menjadi duka cita, dimana Frater Sil
Zhage yang telah membaktikan diri seutuhnya untuk Gereja tewas ditangan orang
yang tidak bernurani, justru dihari natal.
Kematian
Frater Sil Zhage membuat umat Katolik seruruh dunia, khususnya Umat Katolik
Indonesia sangat terpukul. Lantaran kematia sang pelayan Tuhan ini sangatlah tragis.
Jasad Frater Sil Zhage yang kerap menyuarakan keadilan dan
penghapusan rasisme terhadap masyarakat Papua.ditemukan terbujur kaku di sebuah
selokan di Jayapura, Papua. Frater Sil diduga dibunuh oleh orang tak dikenal
sebelum hari Natal pada 24 Desember lalu. Kematian
yang sangat tragis itu pun hingga kini belum menemukan titik terang sama sekali.
Belum ada satu pun orang yang menyerukan untuk bertanggung jawab terkait
peristiwa tersebut. Menanggapi hal itu, Komisioner Komnas HAM
Beka Ulung Hapsara mengatakan pihak kepolisian harus dengan cepat menyelidiki
dan menemukan pelaku pembunuhan tersebut.
“Polisi
harus segera menyelidiki kasus terbunuhnya Frater Zhage Sil dan menemukan
pelakunya. Setelah itu diproses hukum secara adil dan transparan,” tegas Beka
dalam cuitan akun Twitter resminya @bekahapsara, Minggu (27/12/2020).
Informasi
pembunuhan terhadap Frater Zhage Sil oleh orang tak dikenal di Jayapura dan
mayatnya dibuang ke selokan sebelumnya viral di media sosial dan menuai kecaman
dari warganet.
Informasi
Kematian Frater Zhage Sil disampaikan akun Twitter @KatolikG pada Minggu (27/12/2020).
Menanggapi informasi tersebut netizen mengucapkan belasungkawa dan mengecam
keras tindakan keji itu.
Mereka
juga menuntut kepolisian agar segera menyelidiki kasus itu. “Turut berduka cita
sedalam dalamnya. @DivHumas_Polri Ini bukan masalah sepele.. tolong atensinya..
Jangan sampai dipolitisir
oleh mereka yg tidak menginginkan kedamaian di bumi Papua,” ujar akun @Mytrip19.
Kabar kematian
Frater Zhage juga disampaikan Yermias Pabika
Rip
telah
di bunuh oleh org tak dikenal pada tgl 24 Desember 2020 di Jayapura
Status ini,
akhirnya dibagi 2,4 ribu kali, dikomentari, 9 ribu Netizen.(tk)

Komentar