Louise Dan Martine Si Kembar Yang Pensiun Dari Pelacur Dan Mami Si Pelacur Tertua Di Kupang

 


OBORKUPANG.COM.—Kupang—Masih ingatkah dengan sepasang saudara kembar yang melakanoni dunia esek-esek selama kurang lebih setengah abad? Kedua saudara kembar itu adalah Louise dan Martine asal Negara Kincir Angin, yang akhirnya keduanya memutuskan untuk pensiun setelah berusia 70 tahun?.

Karena keduanya pensiun pada usia 70 tahun dan telah melayani laki-laki hitung belang selama 50 tahun, maka dipastikan kedua kembaran itu sudah terjun ke dunia hitam pada usia 20 tahun.

Dilansir dari palingseru, Alasan Louise memilih pensiun karena sudah banyak mengalami ganguan kesehatan yang membuat dirinya menjadi sulit untuk melakukan hubungan seks semantara Martine memilih pensiun karena sudah tidak ada pria yang tertarik memakai jasanya jika ada pun mereka adalah pria yang sudah tua juga.

Selain itu mereka berdua juga mengatakan jika prostitusi di Belanda kini sudah banyak dikuasai wanita asing yang memilih bugil untuk menjajakan dirinya hal ini sunguh tidak enak bagi mereka berdua.

“Zaman dulu kami menjajakan diri dengan masih mengenakan pakaian, saat ini mereka bahkan menawarkan dirinya dengan telanjang bulat. Kebanyakan dari mereka adalah wanita asing sehingga tidak ada lagi perasaan dekat antara sesama pelacur,” terang keduanya, seperti dikutip Digital Spy, Kamis (14/3/2013) silam.

Untuk diketahui bahwa Pasangan kembar Louise dan Martine sebenarnya cukup terkenal di Belanda. Kehidupan mereka sebagai pelacur sempat diabadikan dalam sebuah film dokumenter. Mereka juga sempat menerbitkan buku berjudul The Ladies of Amsterdam.

Di Belanda ada Louise dan Martine si kembar, di Kupang ada Mami(bulan nama sebenarnya), yang sampai saat ini menempati satu bilik di tempat protitusi terbesar di Nusa Tenggara Timur, yang beberapa saat lalu telah ditutup, nyatanya masih saja beroperasi sampai saat ini. Martine dan Louise memilih pensiun pada usia 70 tahun, Mami di KD Tenau Kupang di taksir umurnya mendekati 70-an.

Ditemui media ini beberapa saat lalu, Mami sudah tidak hafal lagi kapan ia mulai melayani laki-laki hidung belang. Bahkan Mami sudah lupa tahun kedatangannya di Kupang. Mami menuturkan bahwa awal mulanya dia adalah seorang pemijat, namun dalam perjalanan waktu tangannya tidak mampu lagi memijat.

Ditanya berapa pemasukannya setiap hari, jawabannya singkat, ga menentu. Ya kalau hari baik dapat 3 tamu, namun kadang ga dapat. Ditanya soal kapan berhenti, jawabannya ga tahu. Mungkin seperti dua kembar asal Belanda dalam kisah di atas yang salah satu alasan mengapa mereka pensiun karena tidak laku lagi. Mamipun kemungkinan besar demikian. Mami akan benar-benar berhenti dari dunia kelam ini saat orang tidak tertarik dengan dirinya lagi.(tk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".