Lurah Bello : Soal Danau Dadakan Di Kelurahan Bello Warga Tidak Bisa Tidur Lalu Teriak Pemerintah
OBORKUPANG.COM.—Kupang—Kota
Kupang-Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah memasuki musim penghujan tahun 2020.
Turunnya hujan di Kota Kupang membawa kesejukan sekaligus persoalan. Persoalan
mendasar yang dirasakan oleh warga kota Kupang disetiap musim penghujan adalah
munculnya danau dadakan dan sampah yang berserakan dimana-mana akibat saluran
yang tersumbat, belum lagi prilaku nakal warga kota Kupang yang tidak tertip
dalam membuang sampah.
Persoalan
danau dadakan juga dirasakan oleh masyarakat RW 03/ RT 06 dan 07 kelurahan Bello-Kecamatan
Maulafa-Kota Kupang-NTT. Lurah Bello Robinson Lona, pada Rabu, 16/12/200
setelah dihubungi media ini, dengan seorang stafnya turun lansung kelapangan
untuk memantau secara lansung kondisi dilapangan.
Kepada
media ini, Robinson Lona mengatakan, Pemerintah tidak bisa instan lansung
keluar dari persoalan ini. Warga tidak bisa tidur lalu teriak pemerintah,
tetapi harus proaktif menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di
lingkungannya. Robinson Lona mengingatkan agar menyesaikan persoalan,
masyarakat harus duduk bersama dan cari solusi yang tepat, bukan teriak
pemerintah.
Robinsan
lebih jauh mengingatkan agar dalam membangun mestinya menyediakan ruang agar dibangunnya
saluran, ruang untuk iklan dan ruang untuk listrik dan lain sebagainya. Rakyat
dalam membangun mestinya membuat IMB dan kalau membangun mendahului harus
berkonsultasi ke pemerintah dalam hal ini dinas tata ruang/kota.
Lebih jauh
Robinson mengatakan, kalau hari ini mau keluar dari persoaan, duduk bersama
cari jalan keluar, kalua mau tunggu dari pemerintah untuk mengatasi persoalan
itu memang butuh waktu lama. Disaksikan oleh media ini, lurah bersama ketua
RW.03 Goris Takene dan RT.07
terpilih Anton Lopo bersama
beberapa warga meninjau lokasi yang bisa dibangun trainasse. Diakhir pertemuan
dijalan itu, disepakati bersama pemilik lahan,David Tuan akan dibangun
trainasse/saluran air.
Pada
kesempatan itu, Robinson Lona Menyesalkan beberapa media online yang setiap
hujan lansung viralkan tanpa konfirmasi dengan lurah. (tk)
Komentar