Peserta Aksi 1812 Yang Ditangkap, 5 Orang Membawa Senjata Tajam, 2 Orang Membawa Narkoba, 28 orang Reaktif
OBORKUPANG.COM.-Jakarta-Peserta aksi 1812 yang
ditangkap berjumlah 455 orang. 5 orang
diantaranya membawa senjata tajam, 2 orang membawa narkoba dan 28 orang
reaktif. 5 orang yang membawa senjata tajam dan 2 orang yang kedapatan membawa
narkoba ditetapkan sebagai tersangka dan tetap ditahan. Sedangkan 28 orang yang
reaktif dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk menjalani tes usap
(swab test).
"Semuanya dipulangkan kecuali memang membawa senjata tajam,
itu diproses, ditahan lima orang. Ada yang bawa narkoba dua orang, ditahan
itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri
pada 20 /12/2020.
Yusri menerangkan jenis narkoba yang dibawa oleh kedua tersangka
adalah ganja dan keduanya diamankan di Depok. Sedangkan lima tersangka yang
membawa senjata tajam ditangkap di Tangerang dan Jakarta Utara.
Yusri menjelaskan hampir semua pendemo 1812, selain tujuh
tersangka di atas, hanya diamankan selama 1x24 jam untuk dilakukan pendataan
dan dimintai keterangan.
Selain itu petugas Kepolisian juga menerapkan protokol kesehatan
dengan melakukan tes cepat (rapid test) terhadap 455 orang tersebut dan
ditemukan 28 orang reaktif.
Yusri kemudian menjelaskan 28 orang tersebut juga tidak
dipulangkan oleh pihak Kepolisian, namun dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma
Atlet untuk menjalani tes usap (swab test)
"Dikembalikan, sudah diambil keterangan. Kecuali 28 yang
reaktif, masih di Wisma Atlet," kata Yusri.
Untuk diketahui bahwa Polda Metro Jaya bersama tim gabungan
membubarkan Aksi 1812 yang berasal dari beberapa ormas,
antara lain, Persaudaraan Alumni (PA) 212, FPI dan Gerakan Nasional Pengawal
Fatwa (GNPF) Ulama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/12/2020) lalu.
Kepolisian tidak memberi izin kegiatan menyampaikan pendapat di
muka umum kepada para simpatisan Rizieq Shihab.
Polda Metro Jaya juga tidak memberikan izin rencana aksi menuntut
pembebasan Rizieq itu karena masa pandemi sehingga berpotensi terjadi kerumunan
yang menimbulkan klaster COVID-19.

Komentar