Menyesal Selalu Datang Terlambat !
Sampai Saat Ini
Data Korban Benca Seroja Belum Final, Kerja Dengan Hati Atau Dengan
Iming-Iming?
Alkisah ! Ada
seorang tukang bangunan yang telah bekerja 32 tahun bersama seorang kontraktor kaya di daerahnya
! Suatu ketika sang tukang bangunan itu menyadari keadaannya yang semakin tua, ia menghadap
sang kontaktor kaya itu dan meminta agar berhenti dari pekerjaannya (pensiun).
Sang kontaktor setuju, namun ada syarat.
Syaratanya adalah,
ia harus membangun satu rumah untuk sang kontraktor (majikan), setelah itu ia
akan menerima uang pesangongannya. Walaupun dalam hatinya marah, namun sang
tukang tetap melaksanakan permintaan sang bos. Yang menarik bahwa bos tidak
akan canpur tangan dalam urusan pembangunan rumah itu, selain menyediakan dana
yang dibutuhkan. Sang tukang diberi kesempatan menemukan desain rumah,
menghitung angaran dan mencari anak buah sendiri.
Sang tukang dalam
hatinya senang, selama 32 tahun bekerja bersama bos baru kali ini diberi
kesempatan seindah ini. Karena diberi kesempatan untuk mengatur, sang tukang itu
akhirnya buat sesuka hati, Belanja semen
15 sak, ia tamba 1 nol, jadi 150 sak. Kayu local yang harga / batang Rp.25.000 dalam nota kayunya meranti dengan harga /
batang Rp.85.000. Kenyataan mereka gunakan besi 10 banci, dalam nota besi 12
asli, dstnya.
Sang tukang
senang, untung banyak ! Sang bos juga percaya, apa yang diminta pasti di kasih.
Selama pembangunan rumah itu, bos tidak sekalipun datang melihatnya.
Pembangunan rumah
itu, memakan waktu 2 bulan 10 hari !. Setelah selesai 100 %, sang tukang
membawa kunci rumah menghadap bos dan berkata, semua sudah selesai ini kuncinya.
Bos dengan senang hati menerima kunci rumah itu dan berucap, besok malam aka
nada acara perpisahan, jadi saya minta semua keluarga dan anak buah selama ini
harap hadir.
Yang menarik, saat
acara perpisahan itu, sang bos minta om tukang itu ke depan ingin memberika
sesuatu hadiah special. Ternyata hadiahnya adalah kunci rumah baru yang selesai
kemarin. Sang tukang akhirnya menyesal, ia telah telah membangun rumah itu
asal-asalan saja.
Badai seroja yang
menghantam bumi Flobamora hampir sebulan berlalu, namun sampai saat ini, data
korban bencana belum juga tuntas. Apa yang yang berat, ada apa dibalik itu
semua? Saya heran urus data saja tidak mampu, apalagi urus pembangunan. Urus
data saja tidak becus apalagi bicara soal kesejahteraan rakyat. Kalau kita mau
jujur , data bisa selesai hanya dalam tempo 1 minggu malah bisa kurang dari 1
minggu. Kita presiden, gubernur, bupati/wali kota, camat, desa/lurah sampai
RT/RW.
Kasi
han, bantuan miliaran datang dari berbagai penjuru dunia. Namun sayangnya sampai saat ini yang mengalami musibah banyak belum tersentuh. Ingat, anda diberi kesempatan untuk melayani, jangan sia-siakan itu, jangan sampai saatya kita menuai hal yang tidak kita inginkan. Tolong kerjalah dengan hati, jangan menari diatas air mata dan tangisan sang bayi di sana..
Maaf kalau tidak
berkenan !
Bello, 29 April
2021
Tanus Korbaffo

Komentar