Mirna Si Cantik Yang Terdepak Dan Kandas !

 (Mimpi Si Kupu-Kupu Malam)



Sebagai seorang kuli tinta yang sekaligus pemerhati sosial, hari ini Jumat, 3 September 2021 saya mencoba menelusuri lorong-lorong kota Karang, menelurusi jejak sang terdepak dan kandas di kerasnya kota karang.

Lorong demi lorong, cabang demi cabang ku telusuri dan terus  mencari jejak sang terdepak yang kini kandas diantara himpitan karang kota karang.  Sejenak aku berhenti di sebuah tikungan nan jerjal dan mencoba melayangkan mata ke beberapa bangunan, mungkinkah jejak yang ku telusuri bermuara di sana?.

Aku mencoba masuk ke bangunan itu menemui makluk-makluk beramput panjang dan berparas ayu yang lagi berjejer di ruang lobi bangunan itu. Makluk berparas ayu itu berjumlah 6 orang dan semuanya saat ku melangkah memasuki bangunan itu, masing-masing asik dengan hpnya dan tidak mempedulikan kehadiranku di sana.

Cari siapa mas ? kata si cantic yang duduk di kursi kayu di belakang meja sebuah meja biru sederhana. Cari seseorang, kataku. Kami ada ada 6 orang silahkan pilih yang mas cari. Saya memilih yang paling kecil yang duduknya terpisah dari mereka yang lain.

Ternyata si kecil yang kupilih adalah Mirna (bukan nama sebernanya) si gadis cantik, berusia 22 tahun, anak bungsu dari tiga bersaudara yang sejak duduk di bangku SMP  sang mama pergi mengikuti sang bapak yang telah pergi untuk selama saat ia masih duduk di bangku SD.

Mirna memang cantic, tidak terlalu terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk alias pas-pas. Dari percakapan kami ternyata Si cantic Mirna telah terjun ke dunia itu semenjak kepergian sang ayah. Mirna dulunya bercita-cita menjadi seorang pegawai bank, namun apa daya cita-citanya itu tetaplah cita-cita.

Mirna satu dari sekian gadis cantic yang terdepak dan kandas di kerasnya karang kota karang yang tidak menyelesaikan pendidikan SMP. Mirna satu sekian wanita cantic, dan diantara mereka ada yang masih di bawah umur, yang tercopot dari dunianya( dunia dimanja, disayang, dibelai) dan masuk ke dunia kelam, kotor dan najis, ungkap si pencerahan yang katanya alhi agama itu.

Tinggal dima? Tanyaku pada si Mirna, di atas jawabnya singkat,. TDM ? tanyaku, ia ! jawabnya singkat. Saya mencoba bertanya, apakah sudah mempunyai suami? Jujur berucap, kalau sudah punya suami, tidak mungkin saya kerja seperti ini.

Pembicaraan kami terhenti ketika hpnya  terus berbunya pertanda ada yang memanggil. Perjumpaan kami pertama kali hari ini, tidak begitu mengesankan, mungkinkah baru pertama kali bertemu ataukah factor lain. Kalimat terakhir yang keluar dari mulut si cantic Mirna, mohon doa agar banyak tamu yang datang dan lekas ada seorang laki-laki yang mau menjadi pendamping hidupnya.

Bello, 3 September 2021

Tanus Korbaffo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Misa Komuni Pertama Stasi Bello 20 Juni 2021 (Rohani)

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Kupang-Obor Kupang : Viktor Bungtilu Laiskodat " Pulau Sumba dan Timor Penyumbang Terbesar Orang Miskin dan Bodoh".