Pa Inu Telah Pergi Untuk Selamanya !
( Catatan Kecil Mengenang Mendiang Bapak
Antonius Jabi Korbaffo)
Bersama Alm. Bpk.Anton Jabi Korbaffo di salah satu sudut biara SSpS Oekusi tahun 2007
( Foto : Sr.Amanda Robers, SSpS)
Antonius
Jabi (Am Jabi), demikian orang menyebutnya. Anak kedua dari pasangan Yohanes
Tanesib dan Maria Eli. Saat masih muda Antonius Jabi memilih hidrah ke Oekusi
(Oetulu)-Timor Leste, dulu Ambeno. Di Oekusi inilah ia berjumpa dengan tulang
rusuknya yang hilang, yaitu si gadis cantic, puti tunggal dari 3 bersuadara
(Fransiska Saet Abi).
Dari hasil
perkawinanya dengan Fransiska Saet Abi ini, lahir 5 anak ( 1 laki-laki dan 4
perempuan), yaitu : Dominggas Korbafo, Olifa Korbaffo, Anastasia Korbaffo,
Yohanes Korbaffo dan Theresia Korbaffo. Dalam perjalanan waktu di buyunglah
ayahnya yang telah menjadi duda ke Oekusi, di sina mereka menetap dan memiliki
beberapa bidang tanah berkat keuletan sang ayah ( Bai, Yohanes Tanesib).
Bersama Sang Istri di Oetulu 2018)
(Foto Tanus Korbaffo)
Antonius
Jabi (alm), semasa kuatnya membaktikan diri seutuhnya sebagai karyawan Biara
SSpS Oekusi (Kalau tidak salah, sekarang menjadi biara SDB). Antonius Jabi,
pribadi yang tidak banyak bicara, dan ia akan segera menghindar ketika ada
percecokan (perkelahian).
Oleh
anak-anak (Putri ) yang pernah menjadi bagian dari komunitas SSpS Oekusi,
mereka akan mengenal sosok yang satu ini, dengan sebutan Bapak Anton. Sedangkan
orang-orang seantero Oetulu (1 KM dari Oekusi) lebih mengenalnya dengan pa Inu.
Pa Inu sebutan untuk bapak saksi / bapak rohani (yang menjadi saksi
permandian/perkawinan). Saking banyaknya anak ani maka setiap saat bapak Anton
lewat, mereka akan memanggilnya dengan sebutan pak Inu.
Kami semua
lebih dekat dengannya, kami besar ditangannya dan dalam bimbingannya, kami
belajar memaknai hidup dan kehidupan ini.
Semenjak
kehadirannya di tengah-tengah orang Oetulu kala itu, bapak Anton menjadi guru
agama Kampung dan sepanjang musim mengajar orang tua / anak-anak yang ingin di
permandikan atau menerima komuni pertama.
Kini sosok
yang irit dalam berbicara itu telah pergi, tepat minggu pagi (5 September
2021). Selamat jalan Ama, kami mendoakan mu semoga ama bahagia di surge berma
kakakmu Yohanes Bait, ayahmu, mamamu, saudarimu Maria Korbaffo dan
saudara-saudaramu yang lain. Doakan kami juga ama semoga kami sehat-sehat.
Bello, 5
September 2021.

Komentar