Dua Malam Di Puncak Bogor
Dua Malam Di Puncak Bogor
Sang bijak bilang malam adalah saat istirahat, saat merenung, dan saat pemululihan.
Malam memberi kita jeda dari kesibukan siang hari agar kita siap menyambut esok. Puncak Bogor daerah nan sejuk menjadi tujuan melepas penat, memperoleh ketenangan yang pada gilirannya membuat pikiran lebih jernih.
Dua malam di puncak Bogor menghantar saya menelusuri Keagungan Sang Ilahi yang terkadang diabaikan. Indahnya puncak Bogor menunjukan betapa kuasanya Tuhan.
Di puncak Bogor saya sadar bahwa malam menunjukkan bahwa hidup ini berputar antara terang dan gelap. Malam mengingatkan kita bahwa setiap masalah pasti ada batasnya dan akan berganti terang.
Akhirnya tidak ada kebersamaan yang abadi, justru lewat perpisahan lahir satu kerinduan dan cinta.
Selasa, 12 Agustus 2026 pukul 10.29 sang Driver hebat yang telah melalangbuana di beberapa daerah Dionisius Corbaffo di dampingi belahan jiwanya membawa kami kembali ke Jakarta.
Hanya mau bilang, terima kasih untuk.semua di puncak Bogor yang tulus mencintai kami, tulus melayani kami.
Andreas Kolo , Primus InterParis Collo, Nur, terima kasih untuk pemberian bajunya, parfum. Terima kasih Bpk Martinus Siki untuk jamuan makan siangnya, Pace dan semua di Bogor permai
Jakarta, Rabu, 12 08 2026
Pukul 22.28 menit

Komentar