Kejamnya Dunia Semut, Setelah Kawin Dibunuh !
Kejamnya Dunia Semut, Setelah Kawin Dibunuh !
Ada yang menarik untuk kita
simak dalam dunia semut. Dalam dunia semua ada perbedaan kasta, kasta tertinggi
adalah ratu disusul oleh semut pekerja dan prajurit dan kasta terendah adalah
semut pejantan.
Sang ratu semut memiliki umur
yang paling lama, yakni bisa mencapai 20 tahun atau bahkan bisa mencapai 30
tahun, sedangkan umur paling pendek adalah semut jantan. Umur paling lama semut
jantan adalah 1 minggu, itupun kalau kuat.
Dalam kehidupan dunia semut
memang kejam, kalau manusia yang bekerja adalah laki-laki bahkan biasa dikenal
sebagai tulang punggung keluarga, sedangkan dalam dunia semut justru yang
bekerja mencari nafkah adalah para betina yang tidak subur, umur para betina
mandul ini bisa mencapai tiga tahunan.
Semut betina yang mandul ini
dalam dunianya dikenal sebagai pekerja dan prajurit tangguh. Para betina non
produktif ini tak segan-segan menghabisi musuh dan kerja gotong royong
menggotong serangga atau makanan yang ditemui menuju sarang disana ratu punya
hak istimewa.
Semut-semut betina non subur ini harus bekerja keras mencari nafkah agar disaat musim pancekklik persediaan makanan ada. Maka di saat persediaan di alam melimpah Semut giat mengangkut.makanan disimpan di dalam sarang untuk dipakai saat musim sulit.
Ok ! mari kita kembali ke judul
di atas, kejamnya dunia semut, dibunuh setelah kawin. Kalau harus memilih
mungkin semut jantan akan memilih lahir sebagai semut betina. Bagi manusia
lahir sebagai laki-laki adalah kebanggaan, namun mungkin tidak demikian bagi
semut.
Bagi semut jantan umurnya sangat pendek, paling lama 1 minggu. Semut jantan tujuan hidupnya hanya untuk kawin dan membuahi ratu setelah itu akan mati.Sekali lagi bahwa tujuan hidup semut jantan hanyalah kawin dan membuahi ratu dan setelah itu akan mati.
Semut jantan energinya terkuras habis saat terbang kawin dan proses
reproduksi.
Setelah kawin, semut jantan tidak lagi berguna di sarang, mereka
tidak bisa mencari makan atau bekerja seperti semut pekerja.
Karena tidak lagi berguna biasanya diabaikan koloni, diusir bahkan dibunuh atau dibiarkan mati kelaparan koloninya sendiri. Inilah kejamnya dunia semut.
Bello, 5 Agustus 2026, Pukul
20.48
Tanus Korbaffo

Komentar