Selamat Jalan Romo Yallo

 PASTOR YANG MURAH SENYIUM ITU TELAH PERGI UNTUK SELAMANYA 

[ Selamat Jalan RD.Yakobus Longa ]



Pagi itu Kamis, 8 Oktober 2026 saya sementara  menikmati bubur hangat. Baru beberapa sendok hp berdering, setelah diangkat,ternyata dari Eja Thomas Piru. Diujung perbincangan ia meminta saya untuk coba menghubungi Romo Dus apakah berita itu benar. 

Saya akhirnya membuka Group WA Warga Assisi ternyata berita kepergian Romo Yallo Bianconeri itu benar dan kabarnya Jenazah saat ini di RSCB Bello. Saya tidak melanjutkan makan dan segera ke RSCB disana sudah banyak orang. 

Ya ....!!!  Suasana duka mendalam menyelimuti umat Katolik Kota Kupang dan sekitarnya pagi itu setelah Romo Yalo ditemukan tak bernyawa lagi di kamar tidurnya di Pastoran Naioni pada pagi hari itu.

Dari berita yang berkembang, memikukan memilukan ini ternyati manakaka Ketua Stasi Naioni hendak membangunkan Romo Yalo untuk memimpin Perayaan Ekaristi pagi itu dan kabarnya pagi itu Alm punya jadwal pimpin misa.

Ketua Stasi kemudian mengetuk pintu kamar Romo untuk membangunkannya. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, tidak terdengar jawaban dari dalam kamar.

Merasa cemas, Ketua Stasi akhirnya mengambil tindakan dengan membuka pintu kamar secara paksa. Saat pintu terbuka, ternyata Romo dalam posisi tertelungkup di tempat tidurnya dan tidak memberikan respons.

Dalam kepanikan segera dievakuasi ke RSCB Belli untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, apadaya setelah dilakukan pemeriksaan, Roni dinyatakan telah meninggal dunia.

Kabar duka ini sontak membawa kesedihan yang mendalam bagi umat Katolik, khususnya umat yang selama ini mendapatkan pelayanan dan pendampingan rohani dari Romo.

Umat yang merasa sangat terpukul dan mengalami duka mendalam  karena kepergian Romo Yallo terjadi begitu cepat dan tidak terduga. Rencana untuk mengikuti Perayaan Ekaristi pagi berubah menjadi suasana duka ketika umat mengetahui bahwa Romo telah pergi dan tidak pernah akan kembali.

Sekali lagi kepergian ini meninggalkan duka yang begitu dalam bagi seluruh umat yang mengenal dan merasakan pelayanan Romo selama masih hidup.  Namun, manusia boleh merencanakan Tuhanlah yang menentukan. Umat mencintai Romo namun Tuhan lebih mencintainya. 

Selamat jalan, Romo.

Pelayananmu telah menjadi bagian dari perjalanan iman banyak orang. Meski ragamu telah tiada, kasih, doa, dan jejak pelayananmu akan tetap abadi.

Semoga Tuhan mengampuni segala dosa dan kesalahanmu dan menerimamu dalam keabadian. Semoga mama dan saudarimu dan umat yang Romo layani mendapat kekuatan iman.

Beristirahatlah dalam damai bersama para Kudus  di Surga. Maafkan kami kalau selama ini kami menyakitimu.


Bello, 8 Oktober 2026 pukuk 17.30

Tanus Korbaffo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeritan Minta Tolong Dari Oel Oetfo-Sainoni-TTU

Perwakilan RI Di Luar Negeri, Perbedaan KBRI,KJRI,PTRI Dan KRI.

Perjalanan Cinta Keluarga Kecil Kami Agustus 2026